/Wapres Jusuf Kalla: Pengawasan Internal Penting Untuk Mencegah Pelanggaran

Wapres Jusuf Kalla: Pengawasan Internal Penting Untuk Mencegah Pelanggaran

Jakarta, ABIM (17/7/2018) – Peran pengawasan internal sangat penting untuk mencegah terjadinya pelanggaran serta mengawal jalannya pemerintahan dalam rangka mewujudkan pembangunan yang berkualitas. Untuk itu Badan Pengawasan Keuangan Dan Pembangunan (BPKP) memiliki peran penting dalam meningkatkan kapasitas pengawasan agar tidak terjadi pelanggaran.

Hal ini disampaikan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengawasan Intern Pemerintah 2018, di Auditorium Gandhi Kantor BPKP Jl. Pramuka no. 33 Jakarta, Selasa, 17/7.

“Salah satu tugas BPKP yang tercantum dalam perpres tentang BPKP ialah mendidik dan melatih. Jadi harus melatih bagian pengadaan di daerah, di provinsi, kabupaten agar tidak ada pelanggaran,” ujar Wapres.

Selain memiliki kemampuan dan berintegritas, sambung Wapres, aparatur pengawasan intern juga harus memiliki keberanian dalam menjalankan tugasnya.

“Tentu ada syarat lagi yang lainnya, ialah harus punya nyali dan harus berani,” ujar Wapres

Menurut Wapres, banyaknya kasus korupsi yang diungkap KPK menandakan bahwa sistem pengawasan internal belum berjalan dengan efektif.

“Artinya apabila BPKP bekerja dengan baik maka KPK tidak akan menangkap bermacam-macam penyelewengan kalau baik pengawasan internal kita,” ujar Wapres.

Wapres menambahkan perlunya kerjasama dan sinkronisasi terkait dengan banyak pihak yang berperan melakukan pengawasan seringkali menghambat pelaksanaan kegiatan karena sering mendapat kunjungan dari bermacam instansi.

“Ada suatu sinkroniasi sehingga pembangunanpun berjalan lancar dengan tidak selalu menghabiskan waktu pimpro itu diawasi oleh berbagai instansi,” tegas Wapres.

Selain itu, Wapres juga mengintruksikan agar kapasitas aparatur pengawasan internal harus terus ditingkatkan mengingat di masa mendatang, pengawasan internal akan menghadapi sejumlah tantangan yang tidak ringan seperti kemajuan teknologi informasi yang semakin banyak digunakan.

“Ke depan makin banyak kita berhubungan dengan teknologi, pengetahuan auditor juga harus meningkat,” ungkap Wapres.

Pembangunan Berkualitas

Dalam kesempatan tersebut Wapres juga memaparkan Pembangunan berkualitas yang menurutnya selain pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan yang dinikmati oleh seluruh bangsa, Pembangunan juga mempunyai efek multiplayer kepada usaha-usaha yang dapat memberikan pekerjaan sekaligus pendapatan kepada masyarakat. Itulah elemen pembangunan yang berkualitas.

“Pembangunan yang berkualitas itu tentu bukan hanya dikerjakan atau bisa diawasi oleh BPKP tetapi mulai dari perencanaan oleh Bappenas, anggarannya oleh Menteri Keuangan, pelaksanaannya antara lain oleh Menteri PU & PR dan kementerian lainnya. “Itu semua yang kita harapkan berjalan dengan baik sehingga tercapai pembangunan yang berkwalitas terangnya.

Dalam acara tersebut, hadir pula Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, serta Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro.

Turut mendampingi Wapres pada acara tersebut diantaranya Kepala Sekretariat Wapres Mohamad Oemar, Deputi Bidang Administrasi Guntur Iman Nefianto (ABIM/AKS/RN/KIP-Setwapres).