/Pembangunan Persemaian Modern Mendukung Wisata Labuan Bajo

Pembangunan Persemaian Modern Mendukung Wisata Labuan Bajo

Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, ABIM (21/1/2020) – Pemerintah fokus mengembangkan destinasi wisata super prioritas yakni Danau Toba di Sumatera Utara, Borobudur di Jawa Tengah, Mandalika di Nusa Tenggara Barat, Likupang di Sulawesi Utara dan Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur. Dalam rangka mendukung pembangunan destinasi wisata super prioritas tersebut, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya meninjau Kebun Bibit Desa dan calon lokasi persemaian modern Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (19/1/2020).

Menteri Siti menerangkan bahwa Kebun Bibit Desa Labuan Bajo merupakan salah satu hasil dari program 1.000 kebun bibit desa yang tengah dijalankan oleh KLHK di seluruh Indonesia.

“Program tersebut adalah instruksi Presiden Joko Widodo dalam upaya membudayakan kegiatan menanam di kalangan masyarakat untuk menghijaukan kembali daerah-daerah di Indonesia”, terang Menteri Siti.

Bibit tanaman yang tersedia di Kebun Bibit Desa Labuan Bajo antara lain; kelengkeng sejumlah 15.000 batang, sirsak 20.000 batang dan mangga 5.000 batang.

 

Menteri LHK pada kesempatan yang sama juga melakukan peninjauan ke calon lokasi persemaian modern Labuan Bajo. Pembangunan persemaian juga dalam rangka mendukung destinasi wisata super prioritas Labuan Bajo sebagai salah satu etalase Indonesia, terutama bagi wisatawan mancanegara.

Luas lahan persemaian modern tersebut sekitar 30 hektar, terletak di Satar Kodi, Kelurahan Nggorang, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat. Sejumlah tanaman endemik akan disediakan di persemaian modern ini dan diperkirakan setiap tahunnya bisa memproduksi 1 juta bibit tanaman.

 

Pembangunan persemaian modern Labuan Bajo dalam upaya untuk mengatasi kondisi lahan kritis berupa lahan terbuka dan semak belukar yang gersang dan tidak produktif yang masih banyak terdapat di Provinsi Nusa Tenggara Timur, termasuk kawasan wisata Labuan Bajo.

Dengan tersedianya bibit tanaman di persemaian modern, nantinya akan mendukung upaya penanaman untuk menciptakan lingkungan yang hijau dan indah, udara yang bersih dan segar, lahan yang produktif serta iklim mikro yang teduh dan nyaman, sehingga menciptakan image yang positif dan meningkatkan wisatawan untuk datang.

 

Kebun Bibit Desa ini juga untuk menjamin kebutuhan bibit berkualitas dalam jumlah besar cepat dan berkelanjutan dalam rangka penanaman. Persemaian modern Labuan Bajo direncanakan terintegrasi dengan sumber benih, arboretum, hutan kota dan taman sebagai eco edu-forest.

Calon lokasi persemaian modern Labuan Bajo sudah memenuhi kriteria persemaian yaitu; (1) lahan datar sampai dengan landau, (2) memiliki luas 30 s/d 50 hektar untuk sarana prasarana persemaian, sumber benih, arboretum, dan keperluan lain untuk estetika, (3) akses jalan menuju lokasi persemaian relatif mudah, (4) tersedia sumber air dan/atau air tanah dalam jumlah memadai, (5) potensi konflik minimal dan (6) dekat/ tersedia jaringan listrik dan telekomunikasi.

Taman Nasional Komodo yang dikelola oleh KLHK menjadi daya tarik utama dalam destinasi wisata Labuan Bajo dengan bentang alam, tumbuhan dan hewan yang hidup didalamnya, termasuk “Sang Naga Komodo”. Namun, sisi lain Labuan Bajo juga tak kalah menariknya. Labuan Bajo juga dikenal sebagai tempat terbaik untuk melihat matahari terbenam, spot menyelam dengan panorama bawah air yang mengagumkan, kekayaan wisata bahari, pantai pasir putih atau sekedar berenang di lautnya. Berpertualang dengan menggunakan kapal phinisi juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang akan datang kesini.

Setelah seharian menghabiskan waktu meninjau lapangan, Menteri LHK, sejenak menikmati indahnya panorama di sekitar Kawasan Taman Nasional Komodo pada saat matahari terbenam. Aktifitas selanjutnya akan dilakukan pembahasan pada rapat Pengembangan Destinasi Wisata Labuan Bajo, hari ini (20/1/2020) bersama Presiden RI Joko Widodo dan Menteri terkait.(ABIM)