/Kementerian Desa PDTT Gelar Kegiatan Seminar Nasional Pedesaan

Kementerian Desa PDTT Gelar Kegiatan Seminar Nasional Pedesaan

Jakarta, ABIM (11/6/2020) – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) mengelar Seminar Webinar Nasional Pedesaan dengan tema : ” Mendayagunakan Modal Desa; Untuk Menggerakkan Investasi Nasional” yang berlangsung via zoom meeting pada hari Kamis, 11 Juni 2020.

Tampil sebagai pembicara dalam kegiatan Seminar Webinar Nasional Pedesaan yaitu Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar, Juru Bicara Presiden RI Fadjroel Rahman, Sekjen Kemdesa PDTT Anwar Sanusi, Dirjen PPMD Kemendesa Taufik Madjid, Jurnalis Kompas Aries Prasetyo, Asosiasi Program Studi Sosiologi Indonesia Prof.Keppi Sukesi, dan Moderator Kepala Pusdatin Kemendesa Ivanovich Agusta.

Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar tampil sebagai Keynote Speaker Seminar dengan judul ” Penyiapan “Rebound” Ekonomi Desa”, Gus Menteri panggilan akrab Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar menjelaskan penyiapan bantalan ekonomi untuk rebound
1. Jaring pengaman sosial untuk keluarga miskin terdampak Covid-19, 2. Normal Baru Desa dengan dampak ikutan berupa peradaban yang lebih sesuai dengan ekonomi modern , 3. Gudang dan cool storage, 4. Padat karya pemeliharaan alat produksi, 5. Padat karya produksi pertanian dan usaha, 6. Pemasaran online, 7. Pendataan potensi dan masalah desa

Rebound ekonomi desa terdiri dari: 1. Wisata desa, 2. Produk pertanian, 3. Pemasaran online
4. Permodalan Bumdes.

Menurut Gus Menteri bantalan sosial di desa:
1. Menurut Bank Dunia kemiskinan di
Indonesia naik 3,5% akibat pandemi
Covid-19, 2. Jika ini diterapkan di desa, maka akan naik dari 12,9% menjadi 16,4% atau naik
dari 14,96 juta menjadi 19,02 juta jiwa, 3. Sudah tertangani JPS untuk 20,06 juta (BLT DD 7,9 juta, BST 5,76 juta, PKH 6,4 juta).

Program Pandemi Covid-19 tertangani di desa terdiri dari: 1. Aspek pencegahan di desa tergolong tinggi, yaitu memanfaatkan ruang isolasi desa untuk menangani ODP. Setiap
pemudik/pendatang digolongkan ODP dan
2. Kasus PDP dan positif Covid-19 di
seluruh desa jauh lebih rendah daripada
nasional.menurut Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar.

Indikasi pusat-pusat ekonomi desa yang berpeluang lebih cepat rebound sekaligus membutuhkan new normal yang ketat, meliputi:
• Ada kelompok pertokoan di 6.809 desa
• Ada pasar dengan bangunan permanen di 6.236 desa
• Ada pasar dengan bangunan semipermanen di 8.781 desa
• Ada pasar tanpa bangunan di 4.317 desa
• Ada hotel di 1.709 desa
• Ada penginapan di 3.429 desa
• Bumdes di 50.199 desa, yang aktif bertransaksi 37.125 Bumdes
• Lahan intensifikasi di kawasan transmigrasi 1,8 juta Ha (siap 509 ribu Ha)
• Desa pertanian pangan ada 65.325 desa
• Desa pertanian non pangan 4.748 desa.

Intensifikasi 1,8 juta Ha lahan pertanian
yang terletak di 3,2 Juta Ha Kawasan Transmigrasi.

Sementara Juru Bicara Presiden RI Fadjroel Rahman memuji program program pedesaan yang direalisasikan oleh Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar.Juru Bicara Presiden RI M.Fadjroel Rahman dalam pemaparannya yang berjudul ” Desa: Tulang Punggung Ketahanan dan Keberlanjutan Hidup Bangsa.

Menurut Fadjroel Rahman arahan Presiden Jokowi tentang pembangunan desa berbasis sosial ekonomi. Berdasarkan data BPS 2018 jumlah desa: 74.517 desa dan 919 nagari di Sumatera Barat dan 8.444 kelurahan (administrasi
perkotaan).

Kebijakan Pembagunan Desa Disyahkan lewat UU No. 6/2014 tentang Desa. Yang fokus pada Alokasi Dana Desa serta Pembangunan masif
infrastruktur desa (jalan, pasar, dan fasilitas publik lainnya) tutur Juru Bicara Presiden RI.

Ketika desa berhasil menjawab tantangan aktual, yaitu mempertemukan antara karakter desa dan prinsip administrasi modern maka desa makin kuat dalam melakukan pembangunan.Serta keberhasilan menjawab tantangan akan mendorong investasi penting dalam pembangunan.tutup Fadjroel Rahman.

Para pemateri yang lain juga tampil memaparkan presentasenya diantaranya Sekjen Kemdesa PDTT Anwar Sanusi, Dirjen PPMD Kemendesa Taufik Madjid, Jurnalis Kompas Aries Prasetyo, Asosiasi Program Studi Sosiologi Indonesia Prof.Keppi Sukesi, dan kegiatan ini dimoderatori oleh Kepala Pusdatin Kemendesa Ivanovich Agusta.(ABIM)