/Bumikan Wacana Perencanaan Ekonomi Berbasis Riset, Dosen UIN Alauddin Makassar Luncurkan Buku Evidence Based Policy

Bumikan Wacana Perencanaan Ekonomi Berbasis Riset, Dosen UIN Alauddin Makassar Luncurkan Buku Evidence Based Policy

Makassar, Sulawesi Selatan, ABIM (5/4/2021) – Andi Faisal Anwar merupakan dosen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM).Pada Senin, 5 April 2021, ia meluncurkan buku yang ia tulis, dengan judul A Manifest Evidence Based Policy Making (Mengadvokasi Kebijakan Ekonomi Berbasis Riset).

Meskipun pandemi Covid-19 yang belum berakhir, tidak mengurungkan niat penulis untuk melaksanakan launching dan bedah buku secara offline, dengan protokol kesehatan yang ketat. Kegiatan ini juga digelar secara virtual via zoom, yang dihadiri oleh beberapa narasumber, yaitu Abdul Madjid Sallatu (Pakar Perencana), Athia Yumna (Senior Researcher Smeru) dan sekaligus penulis buku Andi Faisal Anwar. Dalam kegiatan launching dan bedah buku ini, ada beberapa supporting team yang ikut menyukseskan kegiatan ini, antara lain Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN Alauddin Makassar, Rumah Baca Philosophia, Sempugi, Dialektika Book.

Penulis mencoba menuturkan bahwa buku ini lahir atas keresahan melihat berbagai paradoks yang terjadi dalam dunia perencanaan. Khususnya, skenario perencanaan pengentasan kemiskinan. Tak ada yang berubah dari tahun ke tahun. Tapi, anggaran begitu massif habis untuk outcome yang tak jelas. Pantas saja, persoalan kemiskinan dan ketimpangan tak kunjung berubah dan perekonomian bertumbuh semakin ekslusif. Penyebabnya, perencanaan selama ini disusun berdasarkan perasaan, titipan, kepentingan politik dan pribadi, disusun berdasarkan rutinitas, seringkali tidak berbasis kebutuhan, tapi berbasis keinginan, oknum eksekutor dari suatu program sering kali diperhadapkan conflict interest. Alih-alih memperbaiki publik, tapi justru beramai-ramai menjadikannya sebagai proyek. Dalam pengamatan penulis, kemiskinan itu menyedihkan. Tapi juga menyenangkan karena proyek yang menguntungkan. Tapi, tidak semua orang berpikiran seperti ini. Ada juga yang gemas, ingin membalikkan keadaan. Hanya saja mereka minoritas. Dan tak bisa berbuat banyak. Sementara, yang lainnya diam, apatis dan bermasa bodoh, menyaksikan praktik itu. Sebetulnya mereka yang diam ini, tau itu tidak benar dan berkeinginan menghentikan itu. Tapi, mereka takut tidak disenangi oleh teman, mitra dan pimpinan. Benar-benar kompleks. Iya, sebut saja orang baik kalah dalam peperangan ini, akibat tradisi, sistem, politik, cara pandang yang buruk.

Buku ini tidak sepenuhnya menyalahkan keadaan. Tapi, ikut menawarkan gagasan baru untuk memperbaiki silang sengkarut dunia perencanaan itu, ideologi perencanaan yang lebih advokatif; Evidence Based Policy Making. Bagaimana melibatkan riset dan sektor pengetahuan dalam sebuah kebijakan, hingga mengupayakan setiap kebijakan yang dihasilkan benar-benar ilmiah dan partisipatif. Dimana kekuatan data menjadi senjata, untuk mereproduksi bukti, yang lebih logis, sistematis, metodologis, memiliki validitas yang akurat, relevan, hingga mampu menjawab persoalan yang ada.

Pakar perencanaan pembangunan yang sekaligus ekonom senior Abd.Madjid Sallatu ikut menanggapi isu ini. “Kabijakan publik berbasis bukti akan sangat penting, karena itu patut menjadi pengetahuan dan pemahaman yang luas. Kehadiran buku ini menambah referensi yang bisa dimanfaatkan” jelasnya kepada Asiabusinessinfo.com.  (ABIM)