Arwana Tidak Agresif Mengerek Harga Keramik


Pabrik Keramik

Banten, ABIM (28/2) – PT Arwana Citramulia Tbk memutuskan tidak akan agresif menaikkan harga jual keramik pada tahun ini. Demi memacu nilai penjualan, pengelola Arwana lebih menggenjot volume produksi.

Direktur Utama Arwana, Tandean Rustandy mengemukakan, Arwana hanya menaikkan harga jual keramik sebesar 4% di tahun ini. Kenaikan itu tak
melampaui pertumbuhan ekonomi tahun ini yang diprediksi di atas 6%.

Arwana ingin menjaga agar harga produknya tetap paling murah di pasar. “Tujuannya bukan untuk menyaingi siapapun, tapi kami ingin menjadi benteng barang-barang impor,” ungkap Tandean kepada KONTAN, di Cikande Serang, Banten, belum lama ini.

Di pasaran, harga keramik Arwana saat ini berkisar Rp 35.000 hingga Rp 50.000 per meter persegi (m²).

Sebagai perusahaan publik, emiten berkode saham ARNA ini dituntut terus bertumbuh setiap tahun. Menurut Tandean, pertumbuhan itu bisa datang dari dua cara. Pertama, menaikkan harga jual produk keramik. Kedua, meningkatkan volume produksi.

Nah, Arwana lebih memilih strategi kedua, yakni menggenjot volume produksi dengan membangun pabrik keramik. Pada Juli tahun ini, Arwana siap mengoperasikan pabrik baru yang berlokasi di Palembang, Sumatera Selatan. Pabrik tersebut berkapasitas produksi 8 juta m2 per tahun.

Wilayah Palembang dan sekitarnya merupakan pasar kedua terbesar bagi Arwana setelah Jawa. Kontribusi pabrik di Palembang diproyeksikan mencapai 15% dari total pendapatan Arwana.

Pabrik di Palembang adalah pabrik keempat Arwana. Selama ini, produsen keramik yang mengusung merek Arwana dan Uno ini mengoperasikan tiga pabrik di Jawa, masing-masing di Tangerang (Plant I) dan di Serang (Plant II), Banten, dan di Gresik, Jawa Timur (Plant III).

Dengan tambahan pabrik di Palembang, Arwana memperkirakan total kapasitas produksi pada 2013 mencapai 49,37 juta m² per tahun. Jumlah ini tumbuh 19% dari estimasi kapasitas produksi 2012 yang mencapai 41,37 juta m².

Arwana juga terus menerapkan efisiensi energi lewat cara hit recovery.Perusahaan sudah menginvestasikan teknologi penghemat penggunaan energi ini sejak tiga tahun lalu. Dengan hit recovery, uap gas yang telah terpakai bisa dimanfaatkan lagi.

Dengan disiplin dan teknologi, karyawan Arwana cukup produktif. Saat ini satu pekerja Arwana sanggup memproduksi 24.500 m² keramik per tahun. Jumlah total karyawan Arwana mencapai 1.700 orang. “Margin laba kotor Arwana di 2012 sekitar 34%, naik dari 2011 di 31%,” tutur Direktur Arwana, Rudy Sujanto, Rabu (27/2).

Dengan meningkatnya produksi dan permintaan keramik, manajemen Arwana memproyeksikan laba bersih 2013 senilai Rp 254 miliar, tumbuh di atas
60% dibanding estimasi laba bersih 2012.(Sandy Baskoro/Merlinda Riska/Kontan.co.id)

Leave a Comment