Jakarta, ABIM (16/2/2021) – Pujian berbagai Tokoh untuk intelektual dan pemikir Islam terkemuka,almarhum Prof.Dr.KH. Jalaluddin Rahmat yang wafat, pada Senin, 15 Februari 2021
Berbagai kalangan mengucapkan pujian dan dukacita mendalam atas wafatnya Sang Maestro Ilmu Komunikasi Indonesia ini.
Greg James Barton, Profesor Global Islamic Politics, Alfred Deakin Institut for Globalisation and Citizenship, Deakin University, Melbourne, Australia di akun twitternya @gregjamesbarton menulis “Very sad news indeed! Kang Jalal was an exceptional man!”
Michael Vatikiotis, seorang Intelektual dari Amerika Serikat menulis “Sad news. Kang Jalal was one of my oldest and dearest contacts in Indonesia who guided me through the mysteries of Islamic activism from the 1980s. As a Shiite he was an outsider – but he believed in pluralism and democracy.”
Dr. H. Sa’dullah Amanda, Katib PBNU, dalam tulisannya Sepenggal Kisah Kang Jalal Bersama Gus Dur menuliskan
“Hari ini Kang Jalal telah pergi untuk selamanya, saya menyaksikan almarhum Kang Jalal orang baik dan saleh, cerdas dan bersahaja, kami sangat kehilangan tokoh seperti beliau, apalagi beliau sempat menulis epilog dalam buku saya MENYOAL STATUS AGAM-AGAMA PRA-ISLAM yang diterbitkan mizan (2015) bersama KH. Makruf Amin dan Kiai Husein Muhammad, beliau senang sekali ketika diminta mengomentari buku dari disertasi saya tersebut, dia bangga dengan bangkitnya pemikiran kaum muda NU, bahkan beliau juga hormat kepada Kyai Said Aqil, syiir-syiirnya tentang pluralisme Ibn Arabi sering beliau kutip, menurutnya bangkitnya pemikiran dan intelektalitas di NU berkat kegigihan Gus Dur memperjuangkan Islam moderat yang rahmatan lil ‘alamin dengan segala rintangan dan pengorbanan yang luar biasa.
Untuk Gus Dur dan kang Jalal lahuma alfatihah…”
Ulil Abshar Abdalla, intelektual Muslim, lewat akun twitternya @ulil menulis “Berduka yang mendalam untuk wafatnya salah satu pemikir terbaik Indonesia, Jalaluddin Rakhmat alias Kang Jalal, siang ini di Bandung.
Ya Allaaaaaah… 😭😭😭”
Ulil juga menulis “Ada segelintir manusia yg dianugerahi “maziyyah” (keistimewaan) oleh Tuhan berupa kemampuan “mengubah cara pandang” banyak orang. Dengan cara inilah, sejarah “dibentuk” dan diubah.
Saya berpandangan, Kang Jalal, bersama pemikir Muslim lain, masuk dalam kategori ini.”
Haidar Nasir, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam wawancaranya di berbagai media mengemukakan, almarhum Jalaluddin Rakhmat merupakan kader Muhammadiyah. Dia pernah menjadi pengurus Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat, Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Kota Bandung, serta guru di SMP Muhammadiyah 3 Padasuka Bandung. “Almarhum sebagai cendekiawan muslim yang produktif menulis dengan tulisan yang menarik, ceramah-ceramahnya juga memikat,” ujar Haedar.
Haedar mengenang almarhum Jalaluddin Rakhmat memilih jalur pemikiran yang berbeda dari arus utama cendekiawan muslim Indonesia. Hal itu menjadi bagian dari dinamika seseorang dalam perjalanan hidupnya sekaligus keragaman dalam pemikiran keislaman di dunia Islam.
“Semoga almarhum husnul khatimah, diampuni kesalahannya, diterima amal salehnya, serta ditempatkan di sisi Allah SWT,” kata Haedar.
Lukman Hakim Syaifuddin, mantan Menteri Agama (Menag) menyampaikan terima kasihnya atas pencerahan dan wawasan yang diberikan Jalaluddin Rakhmat lewat karya-karyanya. Hal ini disampaikannya melalui akun Twitternya @lukmansaifuddin.
“Selamat berpulang Kang Jalaluddin Rahmat.. Terima kasih tiada terhingga, telah mencerahkan dan memperluas wawasan keIslaman banyak anak muda pada era 1980-an.. Berpulanglah sepenuh rela.. Al-faatihah..,” tulis politisi senior PPP itu.
Chatib Basri, Mantan Menteri Keuangan RI, dan Dosen Universitas Indonesia ini menulis “Selamat jalan Kang Jalal. Saya banyak sekali belajar dari Kang Jalal, kawan diskusi yang selalu menginspirasi ketika bersama di Canberra dulu. Kehilangan besar untuk kita semua” lewat akun twitternya @ChatibBasri
Rachland Nashidik, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Demokrat, menulis “Baru mendapat kabar Kang Jalaluddin Rakhmat berpulang. Saya hanya mengenalnya dari buku-buku yang beliau tulis. Hemat saya, beliau, bersama Gus Dur, Cak Nur, Djihan Effendy, Moeslim Abdurrahman adalah intelektual besar Islam Indonesia. Innalillahi wainailaihi rojiun,” kata Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Demokrat, Rachland Nashidik dalam akun twitternya @RachlanNashidik.
Zuhairi Misrawi. Cendekiawan muda Nahdlatul Ulama yang juga aktif sebagai politisi di PDIP, Zuhairi yang juga aktif di Baitul Muslimin itu menulis demikian:
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah berpulang Cendekiawan Muslim dan mutiara intelektualisme Islam negeri ini, Kang Jalal, KH Jalaluddin Rakhmat ke haribaan Allah SWT.
Saya pribadi mempunyai hubungan batin, guru dan murid. Saya berutang budi pada almarhum karena karya-karya almarhum menginspirasi saya dan seantero pemikir Muslim di negeri ini. Saya dapat mengenal dan menyelami keindahan ajaran Islam, melalui Rasulullah SAW dan keluarganya.
Kita ikhlaskan kepulangan almarhum. Kita doakan almarhum ditempatkan di surga. Di awal pandemi, saya sowan kepada almarhum karena saya rindu mendengarkan pesan-pesannya sembari mencium tangannya.
Foto di bawah ini adalah perjumpaan terakhir dengan almarhum di kediamannya. Selamat berpulang, Kang. Amal-amal jariyahmu akan melapang alam kuburmu. Lahul Fatihah.”
Anas Urbaningrum, Mantan Ketua Umum PB Himpunan Mahasiswa Islam dan Intelektual dan Politisi, menulis “Telah kembali ke haribaan Allah, cendekiawan muslim Jalaluddin Rakhmat. Semoga husnul khatimah. Selamat jalan, Kang Jalal. Lahu al-Fatihah” lewat akun twitternya @anasurbaningrum
Viva Yoga Mauladi , M.Si, Kordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI dan Drs. Manimbang Kaharyadi, Sekjen Majelis Nasional KAHMI menulis”Majelis Nasional KAHMI turut berbelasungkawa atas wafatnya Bapak KH. Jalaluddin Rahmat, Ketua Dewan Syuro Ijabi pada hari Senin, 15 Februari 2021. Semoga almarhum husnul Khofifah, diampuni dosa doasanya, diterima amal sholehnya dan diterima disisiNya, serta keluarga ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran. ”
Ono Surono, Ketua DPD PDIP Jawa Barat, mengatakan “PDIP Jawa Barat kehilangan salah satu kader terbaiknya. Di kalangan kader PDIP Jawa Barat, Jalaluddin dikenal sebagai teknokrat dan pemikir.”
Raja Julia Anthony, Sekjen Partai Solidaritas Indonesia, Peraih Ph.D dari Universitas Queens land, Australia menulis” Di bangku SMA saya terpapar dua buku Kang Jalal: Islam Aktual dan Islam Alternatif. Dua buku terbitan Mizan itu memengaruhi pandangan keislaman dan keindonesian saya.
Semoga menjadi amal jariyah. Selamat jalan, Kang. Al-fatihah. tulis politisi PSI ini di akun twitternya @AntoniRaja
Raja Julia Antoni juga menulis “PSI turut berduka cita atas wafatnya KH Dr Jalaluddin Rakhmat.
Insya Allah Almarhum husnul khatimah dan memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT.”
Laode M Syarif,Mantan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Dia mengakui kekagumannya terhadap buku karya Kang Jalal. Hal ini disampaikannya dalam akun Twitter pribadinya @LaodeMSyarif.
“Dulu kami mahasiswa selalu tergoda untuk membaca buku-bukumu yang bernas. Selamat jalan Kang Jalaluddin Rakhmat. Semoga mendapatkan tempat terbaik di sisi Illahi Rabbi. Alfatihah,” tulis Laode.
Zaenal Arifin Muhktar , Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM). Lewat cuitan di Twitter pribadinya pada Selasa 16 Februari 2021, penggiat antikorupsi lembaga Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) UGM itu mengaku mengagumi sosok Kang Jalal.
Bahkan, sejak di bangku SMA dirinya sudah membaca karya Kang Jalal dari buku-buku yang dikoleksi ayahnya.
“Kang Jalal adalah salah satu pemikir dan penulis yang saya kagumi. Saya membaca pertama kali ketika SMA dari rak buku ayah dan akhirnya bertemu langsung pertama kali di sekitar tahun 98-99,” tulis Zaenal.
Zaenal mengatakan Kang Jalal banyak mengenalkan banyak pemikiran kepada dirinya hingga akhirnya merangsang dirinya untuk membaca.
“Khususnya ke pemikiran-pemikiran filosofi, sosial dan keagamaan yang amat menarik. Dibungkus dengan gaya tulisan dan berturur yang apik,” lanjutnya.
Dia pun mendoakan almarhum Kang Jalal agar mendapat keharibaan Allah SWT.
Abdillah Toha, pemerhati sosial, politik, ekonomi, dan keagamaan menulis” Kang Jalal. Sahabat, guru, cendekiawan alim yang tulus, dan komunikator ulung. Semoga husnul khatimah, berpulang menyusul istrinya yang tercinta. Al-Fatihah.” lewat akun twitternya @AT_AbdillahToha
Prof. Saiful Mujani, Dosen UIN Jakarta dan Founder SMRC, menulis “Alfatihah buat almarhum Kang Jalaluddin Rahmat. Intelketual yang kami banyak ikuti pemikirannya terutama ketika mahsiswa tahun 80an. Selamat jalan Kang😢🙏” diakun twitternya @saiful_mujani
Haidar Bagir, Intelektual dan Founder Mizan menulis ” Kang Jalaluddin Rakhmat bukan cuma seseorg yg cerdas & meluas ilmunya, melainkan juga pencinta & penolong dhu’afa, serta pendidik yg concern dg kualitas pendidikan anak bangsa. Semoga Allah lipatgandakan amal2 salehnya & ampuni segala dosanya. Antum saabiquun wa nahnu laahiquun..” diakun twitternya @Haidar_Bagir
Sudjiwo Tedjo, seniman dan budayawan, menulis “Kang Jalal .. met jalan … sampai jumpa .. #utangRasa .. dulu waktu kuliah aku sering nguping ceramah2mu ..sampai bisa menirukan pelafalan Arab-mu” lewat akun twitternya @sudjiwotedjo
Gus Nadisyah Hosen, intelektual Muslim, menulis”Selamat jalan Kang Jalaluddin Rakhmat.
Lahul Fatihah 🙏😰” lewat akun twitternya @na_dirs
Maarif Institute, lembaga yang didirikan Buya Syafii Maarif menulis ” Selamat jalan, Kang Jalal. Cendekiawan Muslim dan Pakar Komunikasi. Semoga almarhum husnul khotimah , dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan.amin.#RIP” lewat akun twitternya @maarifinstitute
Muhsin Labib, Intelektual Islam, menulis “#KangJalal
Berada di puncak ketenaran. Satu dari 4 ikon intelektualisme Islam di Indonesia dengan sederet keunggulan yang tak tergantikan. Demi mempertahankan prinsip yang dipilihnya, dia abaikan semua peluang karir dan menerima semua risiko teror, diskriminasi dan semua cacian.” lewat akun twitternya @muhsinlabib
Hamid Basyaib, Jurnalis Senior, menulis di Historiahmi “Jalaluddin Rakhmat mungkin hanya menguasai ilmu biasa, non laduni. Tapi siapapun yang pernah mendengar ia bicara dalam diskusi, atau membaca artikel dan buku-buku karyanya, tidak mungkin menyimpulkan lain kecuali bahwa ia seorang yang brilian. Keunggulan lisannya setara dengan kecanggihan tulisannya.”
“Dengan aksen Sunda yang pekat dan artikulasi sempurna, dengan kefasihan ucapan ketika ia mengutip frase dalam bahasa Arab, Parsi maupun bahasa-bahasa Eropa, ia mahir menyindir ke sana ke mari dengan menumpanginya dalam lelucon segar.”
“Kang Jalal, begitu namanya bagi orang-orang dekatnya, mulai tampil di pentas intelektual Islam nasional di awal 1980an sebagai bagian dari euforia yang disebut “kebangkitan Islam di abad 15 Hijriah,” seperti misalnya dikumandangkan oleh tokoh terpenting Masyumi dan Dewan Dakwah Islamiyah M. Natsir melalui buku kecilnya.”
“Kemunculannya seiring dengan tampilnya para dosen perguruan tinggi umum yang baru kembali dari studi di Amerika, yang menyajikan wacana Islam secara baru dan memikat kaum muda. ”
Ilham Khoiri, junalis dan drawing, lewat akun twitternya @ilhamkhori menulis “Duka mendalam atas wafatnya Jalaludin Rakhmat di RS Santosa, Bandung, Senin (15/2/2021), sekitar pukul 15.23 WIB. Kang Jalal, salah satu intelektual muslim di Indonesia yg fasih berbicara sekaligus menulis. Buku2nya mencerahkan, juga asyik. Beberapa kali interview beliau.”
Zulfarildy Akbar, Pemenang Jurnalist Award 2018, Head and Media Broadcast Asian Games 2018, menulis di akun twitternya @zoelfick “Beliau salah satu guru bangsa. Selamat jalan, Kang Jalal.”
Eko Kunthadi, pengamat politik dan pengiat sosial media, menulis
” Saat mahasiswa, saya berkenalan dgn buku ‘Islam Aktual’ & ‘Islam Alternatif’. Menginspirasi.
Meski bukan mhsw komunikasi, saya membaca serius Psikologi Komunikasi yg fenomenal itu.
Buku Kang Jalal, ‘Road to Allah’ bagai cemeti utk saya.
Selamat jalan Ustad Jalal…” lewat akun twitternya @eko_kunthadi
Prof.Oman Fathurahman, Guru Besar Filologi UIN Jakarta menulis”Inna lillah wa inna ilayhi rojiun. Turut berdoa utk Kang Jalaludin Rahmat, semoga segala amal baiknya menemani di alam baqa. Almarhum adalah cendekiawan Muslim Indonesia pemberi inspirasi kaum muda pd zamannya. Wilujeng mulih ka jati mulang ka asal, Kang Jalal…”
Uli Siregar, Writer dan Kolumnis The Jakarta Post, menulis” Salah satu intelektual yang membanggakan, terutama untuk saya yang alumni FIKOM Unpad. Selamat jalan, Kang Jalal. Terima kasih untuk sumbangsih ilmu dan pemikiran-pemikiran yang kadang unorthodox.
May he rest in peace.” lewat akun twitternya @sheknowshoney
Ienas Tsuroiya, mbak admin ngaji Ihya, menulis “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raajiun. Kang Jalal wafat hari ini, menyusul istri tercinta yang lebih dulu berpulang kemaren..
Lahumal Faatihah.” lewat akun twitternya @tsuroiya
Dr. Alexander Arifianto, Peneliti Rajarathnam School of International Study, Nahyang Technology University, Singapura menulis “Very sad to hear the passing of Jalaluddin Rachmat, a member of the Pembaharu Pemikiran Islam Generation and counterpart to Gus Dur & Cak Nur. Selamat jalan, Kang Jalal 😐😑” di akun twitternya @DrAlexArifianto (ABIM)










