Makassar, Sulawesi Selatan, ABIM (2/9/2021) – Hari ini Asiabusinessinfo.com melakukan wawancara eksklusif dengan Juru Bicara Presiden RI M Fadjroel Rahman di lobi hotel Claro, Makassar, Sulawesi Selatan pada hari Kamis, 2 September 2021.
Asiabusinessinfo.com: Ada tiga issu penting yang akan kami tanyakan kepada Bung Jubir Presiden RI M Fadjroel Rahman. Pertama, tentang issu Penanganan Covid 19, kedua, tentang issu tentang Pemulihan Ekonomi Nasional, dan ketiga, issu tentang Pemindahan Ibu Kota Baru. Yang pertama tentang penanganan covid 19, sejauh mana yang dilakukan Pemerintah dalam penanganan covid 19 ini?
Juru Bicara Presiden RI M Fadjroel Rahman : Alhamdulillah dua hari yang lalu sudah tercapai 100 juta rakyat Indonesia yang divaksinasi, setidaknya sampai dosis pertama. Itu sebuah prestasi.artinya kita tinggal melanjutkan untuk mencapai heard immunitynya itu 70 persen masyarakat Indonesia, tinggal 81,5 juta.
Dan Presiden Joko Widodo sudah menargetkan akan selesai pada bulan Desember 2021. Karna itu Presiden sekarang berjalan di pulau Jawa, beliau juga ke beberapa tempat untuk melihat bagaimana proses pelaksanaan vaksinasi ini agar difokuskan pada misalnya pelajar.
Saya sebagai Staf Khusus beliau juga keluar daerah, dan kami memilih Sulawesi Selatan karna ini adalah gerbang dari wilayah Timur. Selama ini kami sudah melihat wilayah Barat, dan wilayah Timur dekat dengan wilayah Tengah.
Alhamdulillah sudah tercapai dengan baik. Empat hari di Sulawesi Selatan melewati lima belas kota. Antusiasme masyarakatnya luar biasa. Jadi semua hoax yang mengatakan bahwa masyarakat takut divaksin, tidak ada sama sekali. Dari 15 kabupaten dan kota kami lalui,yang ada muncul antusiasme.
Kedua kolaborasi yang sangat kuat antara Forum Komunikasi Pimpinan Daerah dengan sejumlah komunitas komunitas di masyarakat. Bahkan kami menemukan ada komunitas komunitas anak-anak muda, komunits dokter – dokter, komunitas intelektual, komunitas literasi, yang ikut mengerjakan dan membantu program vaksinasi ini.
Seminggu sebelum saya berangkat kesini.Saya bertemu komunitas dunia usaha di Jakarta Gotik bekerjasama dengan BTS Army.Mereka di Jakarta kemudian di Surabaya.Saya menemukan hal yang sama. Antusiasme di Sulawesi Selatan dua jempol. Dan dua jempol juga untuk kolaborasi semua unsur di Forkopimda dan seluruh masyarakat Sulsel. Kita juga mendengarkan masukan dari mereka agar vaksinasi bisa lebih banyak dan lebih cepat lagi.
Asiabusinessinfo.com: Terkait dengan vaksinasi, bagaimana penanganan daerah terluar dan terdepan?
Juru Bicara Presiden RI M Fadjroel Rahman: Ini menjadi bagian langsung dari program vaksinasi termasuk setengah dari Timur ini termasuk juga daerah terluar dan terdepan akan menjadi perhatian yang sangat tinggi. Karna 181,5 juta penduduk ini harus menjadi target dari Presiden atau Pemerintah. Berarti 270 juta penduduk ini yang akan divaksin 181,5 juta penduduk. Seperti itu.
Asiabusinessinfo.com: Sejauh mana langkah yang diambil Pemerintah dalam pembuatan vaksin dalam negeri?
Juru Bicara Presiden RI M Fadjroel Rahman: Kita ini sudah ada satu tahun setengah menangani covid 19 ini. Saya ingat 25 Desember 2019, Wuhan meledak dan kami mulai bekerja setelah itu. Termaduk memulangkan warga negara Indonesia di Wuhan, kemudian termasuk yang di Yokohama dan lain lain.
Pemerintah sejak itu mencanangkan tiga strategi.
Pertama, membeli dimanapun vaksin itu ada dengan sejumlah fortofolio Sinovac, Moderna, Philipsher, Vonovavac, kemudian Astra Zeneca. Itu yang dikerjakan Pemerintah.
Kedua, yaitu menyelenggarakan kerjasama alih teknologi dan alih pengetahuan tentang vaksin yaitu kerjasama salah satunya adalah antara Biofarma dan Sinovac. Kita ada yang beli jadi dan ada yang beli dalam bentuk bahan mentah dan kuta bisa membuat sendiri. Jadi sebenarnya kita tuh sudah bisa membuat sendiri di Biofarma dengan bekerjasama dengan Sinovac.Kita tidak mentah mentah membeli tetapi kita mengerjakan. Ada transfer teknologi dan ada transfer pengetahuan.
Ketiga, yaitu vaksin Merah Putih akan dikerjakan oleh enam lembaga. Tentu ini harus cepat selesai karna Presiden Jokowi juga sangat menginginkan hal tersebut. Kalo kita bisa memiliki vaksin sendiri bukan hanya kita menghadapi covid 19 saat ini tapi kita juga menghadapi ketidakpastian kedepan apakah virus covid ini akan terus bemutasi. Jadi ketahanan vaksin ini sangat diperlukan untuk vaksin Merah Putih. Apalagi Biofarma sangat dikenal dengan vaksin yang dibuat seperti vaksin polio dan lain lain.Biofarma menyediakan vaksin ke 100 negara di dunia. Jadi kita sangat terkenal biofarma itu. Nah makanya Presiden bilang Biofarma aja bisa menyediakan vaksin untuk ratusan negara di dunia, salah satunya vaksin polio itu. Kita harus mendorong ketahanan vaksin itu untuk menghadapi ketidakpastian mutasi mutasi itu kedepan.
Asiabusinessinfo.com: Sekarang kita masuk issu pemulihan ekonomi nasional. Sejauh apa yang dilakukan Pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional? Kemarin waktu rilis Bps (Badan Pusat Statistik) tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia meningkat sampai 7 persen. Ini menjadi Indonesia sebagai salah satu negara dengan tingkat pertumbuhan ekonominya tertinggi di Asia. Ini merupakan sebuah pencapain yang bagus oleh Pemerintah. Sekarang bagaimana pemulihan sektor riil seiring dengan pemulihan ekonomi nasional yang dilakukan oleh Pemerintah?
Juru Bicara Presiden RI M Fadjroel Rahman: Alhamdulillah sebenarnya setelah satu setengah tahun, di kwartal kedua kemarin dari 2020 ke 2021 kita naik 7,0 persen.Dan secara keseluruhan juga ekonomi Indonesia itu menarik pertumbuhannya.7.0 persen untuk Nasional. Untuk Sulawesi Selatan saja tumbuh 8,51 persen. Yang tertinggi pertumbuhan ekonominya Maluku dan Papua 8,70 persen. Berarti kita ini disembuhkan dari Timur ekonominya. Matahari terbit dari Timur dan ekonomi Indonesia sembuh dari Timur.
Sebenarnya di kwartal satu Timur sudah positif, na ini kalo kita urut ya Maluku Papua 8,75 persen, Sulawesi 8,51 persen, Kalimantan tumbuh 6,28 persen, Sumatera tumbuh 5,27 persen, dan Jawa 7,88 persen dan alhamdulillah Bali dan Nusa Tenggara yang pernah mines 10 persen sekarang tumbuh 3,7 persen.
Pemerintah betul betul berterima kasih untuk menjalangkan pemulihan ekonomi khususnya umkm tetap menjalangkan protokol kesehatan. Presiden Jokowi selalu bilang bahwa ekonomi harus tumbuh tapi protokol kesehatan harus tetap dijalankan.
Ekonom kita memang masih terus tumbuh dengan tetap mempertimbangkan kondisi covid 19 yang penuh dengan ketidakpastian.
Untuk kwartal ketiga Ibu Sri Mulyani sangat hati hati sekali saya lihat dakam menetapkan pertumbuhan ekonomi berikutnya. Ibu Sri Mulyani memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia dikisaran 4 persen sampai 5,7 persen dikwartal ke tiga. Dan secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi tahun 2022 dibuat, istilah kami adalah optimisme moderat.Semua optimisme moderat. Kami tetap memperhitungkan ketidakpastian covid 19.
Perjalanan saya dilimabelas kabupaten kota penanganan covid 19 terkendali dan ekonomi tumbuh. Salah satu contoh ketika kami di Pinrang ada satu umkm namanya lumbung padi resto and lounge,sebelum pandemi pekerjanya empat orang tetapi setelah pandemi pekerjanya menjadi lima belas orang. Hal ini terjadi karna layanan digitalnya dipakai segala macam. Jadi apa yang disebut Presiden Jokowi sebagai membajak krisis itu kelihatan. Ini pertumbuhan ekonomi digital. Nanti juga saya juga akan meninjau pasar di kota Makassar dimana mereka mengadakan digitalisasi sehingga mereka mengantarkan barang barang yang dipesan dan dibeli secara online. Itu membuat kreativitasnya tumbuh. Tahun 2021 ekonomi digital kita tumbuh Rp 300 triliun, jika melihat yang di Pinrang tadi itu contoh pelakunya anak muda milenial dan kemudian mereka masuk di umkm dan mereka bisa membajak krisis ini. Nah maksud saya ingin memperlihatkan kenapa pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan bisa tumbuh 8,51 persen.
Asiabusinessinfo.com: Sekarang kita masuk di issu ketiga tentang pemindahan ibukota. Bagaimana menurut Bung Jubir? Sejauh mana langkah yang dilakukan Pemerintah dalam persiapan pemindahan ibukota baik dari sisi konstitusi maupun dari sisi pembangunan infrastruktur.
Juru Bicara Presiden RI M Fadjroel Rahman: Issu pertama terkait dengan regulasi, kedua terkait dengan pembangunan infrastruktur dan yang ketiga terkait dukungan politik. Kita mulai dari yang ketiga dulu. Presiden Joko Widodo sudah bertemu dengan tujuh partai politik, Ketua Umum dan Sekejendnya termasuk PAN juga masuk. Presiden Jokowi di pertemuan tersebut menjelaskan penanganan covid 19 kemudian monentum pertumbuhan ekonomi nasional, posisi optimis moderat itu, kemudian yang ketiga terkait dengan ibukota di Penajam Pasir Utara Kalimantan Timur. Berarti sudah bertemu dengan itu. Karna Presiden mengatakan akan segera menyerahkan Rancangan Undang-Undang Tentang Ibukota Negara disertai dengan Surat Dari Presiden atau Surpres.
Kemudian beliau juga datang bersama Bapak Prabowo Subianto Menhan sekaligus Ketum dari Partai Gerindra meresmikan tol pertama di pulau Kalimantan yaitu dari Balikpapan ke Samarinda 37,3 km sekaligus menetapkan sodetan tol ke arah IKM di km 14 disekitar daerah sekitar Manggar atau Semboja jadi dari tol Balikpapan ke Samarinda di km 14 afa sodetan kearah ibukota baru Penajam Pasir Utara Kalimantan Timur itu kemajuan diwilayah dukungan politik maupun dukungan masyarakat.
Kemudian yang kedua enam belas bulan ini Pemerintah didalamnya semua Kementerian terlibat dimana leading sektornya adalah KPN atau Bappenas telah menyelesaikan Rancangan Undang-Undang Tentang Ibukota Negara yang akan diserahkan kepada DPR. Insya Allah dalam waktu dekat Presiden akan memutuskan kapan akan menyerahkan kepada DPR tapi setidaknya Presiden sudah mengkomunikasikan dengan tujuh partai politik.
Kemudian tentang pembangunan infrastrukturnya didalam 260 ribu hektar itu yang akan dipakai sekitar 5000 hektar untuk kegiatan pembangunan, selebihnya itu tetap akan menjadi konservasi hutan apakah itu flora dan fauna endemik di Pulau Kalimantan. Kita hanya mengambil 5000 hektar lebih. Dititik itu belum ada pembangunan infrastruktur sama sekali, hanya titik nol yang dibuat dari semen dan diatasnya ada besi yang nantinya menjadi ukuran titik nol pembangunan gedung gedung disana.
Dan saya bersama Menteri PPN/Bappenas Pak Suharso Monoarfa sekaligus beliau juga Ketua PPP pada hari ulang tahun Bappenas kita berdiri dititik nol Ibukota Negara tapi juga berdiri di titik nol lokasi yang akan ditetapkan sebagai Istana Negara yang menhadap kelaut Balikpapan. Jadi tidak ada kegiatan pembangunan didalam yang ada cuma tol dari Balikpapan ke Samarinda sejauh 37,3 km dan ada sodetan di kilometer empat belas ke arah IKM.Kemudian menyelesaikan jembatan Balang dari Penajam ke Pasir Utara jadi selain mengangkut orang, kemudian logistik ke Penajam secara keseluruhan tapi juga untuk keperluan nanti di Ibukota Negara. Jadi ini infrastruktur penunjangnya sudah selesai dibangun. Jadi disebelah sini ada Penajam Pasir Utara, dan disebelah disebelah sini ada Balikpapan dan disebelah sini ada Samarinda.
Dan Insya Allah ini multiplayer effect secara ekonomi langsung berdampak ke Sulawesi. Misalnya penyerapan tenaga kerja.
Asiabusinessinfo.com: Kapan Pak Jokowi akan menunjuk Kepala Badan Otoritas Ibukota Baru?
Juru Bicara Presiden RI M Fadjroel Rahman: Tentu Rancangan Undang-Undang Tentang Ibukota Negara ini dulu yang harus diselesaikan merupakan payung hukum, nanti akan diikuti dengan Perpres mengenai Otorita Ibukota. Jadi kita tunggu aja. Mudah mudahan timelinenya berjalan dengan baik. Ini juga membuat pemerataan pembangunan wilayah Timur dan Tengah.Itu juga perwujudan pembangunan Indonesia Sentris.(ABIM)
