Makassar, Sulawesi Selatan, ABIM (4/7/2022) – Dalam waktu dekat Walikota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto (Danny Pomanto) akan berkunjung ke tiga Negara, Australia, Amerika Serikat, dan Singapura.
Kunjungan pertama akan dilakukan pada 05 Juli 2022 menuju Australia.
Di Negeri Kangguru tersebut diagendakan Danny Pomanto pada 7 Juli 2022 akan memberikan kuliah umum di Monash University, Melbourne. Menjadi pembicara terkait kerjasama revitalisasi dan permukiman Informa dan lingkungannya.
Kepala Bagian (Kabag) Kerjasama Pemkot Makassar, Ismawaty Nur mengatakan, sebelumnya sudah ada kerjasama dalam bentuk program Revitalising Informal Settlements and their Environment (RISE) dengan kampus di Melbourne tersebut.
Kedatangan Danny ke Australia sebagai tindak lanjut kerjasama tersebut, juga ada kaitannya dengan leavable city. Sebelumnya, Konsul Jenderal Australia di Makassar bersama Monash University sudah pernah datang ke Makassar
Puncak acara akan berlangsung 9 Juli 2022 di Kota Sydney. Akan ada pertunjukan atau pentas tari di Centuries of Friendship, di Sydney Conservatorium Music.
Pemkot Makassar menjadi tamu khusus dengan rombongan sekitar 30 orang, termasuk tim penari dan pemusik yang akan mementaskan seni budaya Makassar.
Pejabat yang akan mendampingi Danny ialah Ketua Dekranasda Makassar, Kabag Kerjasama, Kepala Bapenda, Kepala Dinas Kebudayaan, dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM.
Walikota Makassar Danny Pomanto kemudian akan bertemu dengan Walikota Gold Coast, 11 Juli 2022, dalam rangka menindaklanjuti kerjasama Kota Kembar Smart City.
Sebagai kota yang maju, Walikota Gold Coast bakal memberikan mentoring ke Pemkot Makassar agar lebih maju dalam hal tata kelola pemerintahan.
“Sementara Pemkot akan menyampaikan terkait program sombere and smart city,” beber Ismawaty Nur.
Sembilan hari di Australia, Danny akan terbang kembali ke Makassar pada 13 Juli 2022. Lantas rencananya pada 17 Juli 2022 suami Indira Jusuf Ismail ini akan melanjutkan perjalanan luar negerinya ke Amerika Serikat.
Ada tiga agenda pokok yang akan dihadiri Danny di Negeri Paman Sam, Amerika Serikat. Diantaranya, bertemu dengan Walikota New York, persentase lorong wisata dan lorong garden di Washington D.C, serta temu bisnis di Los Angeles (LA).
Dalam temu bisnis tersebut Danny akan memanfaatkan moment untuk promosi program Makassar Festival Eight (F8) dan Forum Investment yang akan digelar bersamaan pada September mendatang.
Dalam acara Temu Bisnisna akan hadir investor-investor asing, juga sekaligus Danny akan paparkan program-program besar Pemkot yang bisa diinvestasikan.
Walikota Makassar dua periode ini rencananya, 27 atau 28 Juli 2022 sudah tiba kembali di kota Makassar dari AS. Kemudian ada agenda Danny akan melajutkan kunjungan luar negeri ke Singapura.
“Mungkin akhir Juli atau awal Agustus Pak Wali ke Singapura,” kata Ismawaty.
Terpisah, Walikota Makassar Danny Pomanto mengatakan, kunjungannya ke Australia untuk memaparkan bagaimana membangun Makassar.
“Kalau sekarang saya diminta kuliah tamu, itu kan mereka sudah riset. Dia lihat apa yang kami bikin. Jadi saya akan membawa slogan dua kali tambah baik itu,” terang Danny.
Danny menejelaskan, ia akan menceritakan ilmu yang digunakan dalam membangun Makassar. Lalu dikaitkan hubungannya dengan arsitektur, kemudian ada pergerakan masyarakat, terus bagaimana nilai-nilainya.
“Kan di universitas itu harus ilmiah.Harus ada statistiknya. Nilainya naik atau turun. Itu semua yg akan saya sajikan. Karena mereka akan cek dan ricek.”terangnya.
Sementara di Amerika Danny akan menggaungkan lorong wisata dan lorong garden.
“Kelompok science Amerika undang saya bagaimana mengembangkan ini di seluruh dunia. Role modelnya ini Makassar. Bukan hanya di Indonesia tapi skala dunia,” tuturnya.
Dengan lorong garden, Pemkot membuat hal kecil yang justru menjadi solusi untuk dunia.
“Jadi sebenarnya local solution for the Global issues. Solusi lokal tapi menjawab isu-isu global. Mulai dari low carbon terjawab, empowerment terjawab, gender terjawab, urban farming terjawab. Akses food security terjawab. Itu lorong garden, apalagi lorong wisata. Saya mau bawa itu,” tegasnya.
Target dari perjalanannya ke luar negeri mendapat banyak bantuan pengetahuan, ilmu dan ahli.(ABIM)










