Jakarta, ABIM (30/8/2024) – Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menilai pembangunan ekonomi Indonesia pada 2025 titik penting atau gerbang menuju Indonesia Emas 2045. Tahun 2025 merupakan kesempatan emas untuk membuka ruang-ruang pertumbuhan baru bagi perekonomian Indonesia.
Dijelaskan Suharso, mengapa tahun 2025 penting, sebab tahun ini merupakan tahun pertama dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045. Selain itu, 2025 juga menjadi tahun pertama pemerintahan Presiden Terpilih Prabowo Subianto.
Pernyataan tersebut disampaikan Suharso dalam pidato pembukanya dalam acara Jakarta Globe Presents Economic Perspective 2025 dengan tema Ekonomi 2025 Titik Tumpu Indonesia Emas sekaligus relaunching Jakarta Globe, di Hotel Mulia Jakarta, Senin (26/8/2024).
Menurut Suharso, tahun depan yang menjadi titik awal dari RPJMN 2025-2029 dan RPJPN 2025-2030 ini akan sangat menentukan arah dan masa depan perekonomian bangsa.
Presiden Terpilih Prabowo Subianto juga dinilai akan berperan penting mendirijeni Indonesia dalam membawa visi misi dan program pemerintahan baru mendatang menjadi sinkron dengan RPJPN 2025-2030, sehingga kemudian dapat diimplementasikan ke dalam RPJMN 2025-2029 dalam bentuk keputusan presiden.
Suharto menuturkan, periode presiden terpilih yang lima tahun itu adalah periode dimana Prabowo akan memimpin Indonesia, untuk memimpin RPJMN sehingga visi-visi dari presiden terpilih itu disinkronkan dengan RPJPN menjadi ke dalam RPJMN. Rumusannya nanti dituangkan dalam bentuk keputusan presiden.
“Jadi kalau kita lihat sudutnya itu harus begini, tapi kalau kita memulai dengan sudut yang lancip, maka akan jauh bertambah menggapai Indonesia emas itu, tapi kalau kita mulai dengan sudut yang relatif lebih tumpul, jadi lebih besar, amplitudenya lebih lebar dan mudah-mudahan kita akan in line dengan apa yang kita ingin capai pada Indonesia emas 2025,” pungkasnya.(ABIM)



