Astana, Kazakhstan, ABIM (11/9/2025) – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Astana menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan edukasi terkait Standar Operasional Prosedur (SOP) Protokol pada tanggal 2–3 September 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan staf serta peserta magang dalam menjalankan tugas-tugas keprotokolan, juga untuk meminimalisir kesalahan prosedur yang dapat berdampak pada hubungan diplomasi dan pelayanan publik. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari di Aula KBRI Astana dengan melibatkan seluruh home staff, local staff, serta peserta magang.
Pada hari pertama, Selasa, 2 September 2025, acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta sambutan dari Koordinator Fungsi Protokol, Konsuler, dan Perlindungan WNI. Selanjutnya, para peserta mengikuti kuis SOP keprotokolan menggunakan sistem open book dengan rujukan dokumen SOP Protokol yang telah dibagikan sebelumnya.
Sementara itu, hari kedua, Rabu, 3 September 2025, dimulai dengan sesi edukasi dan diskusi meliputi quiz evaluation and presentation, diskusi kelompok, serta arahan dan penutupan oleh Kepala Fungsi Protokol, Konsuler, dan Perlindungan WNI.
Usai makan siang bersama, kegiatan berlanjut dengan sesi paparan dan diskusi yang diisi oleh Bapak Charles Miduk Somara, Direktorat Protokol Kementerian Luar Negeri RI. Acara dibuka oleh sambutan dari Duta Besar Republik Indonesia untuk Kazakhstan dan Tajikistan, Bapak Fadjroel Rachman, yang menghadiri forum secara daring, beliau menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh terkait SOP keprotokolan, konsuler, dan perlindungan WNI sebagai bagian dari profesionalisme dan peningkatan kualitas pelayanan publik KBRI Astana dalam mendukung agenda diplomatik Indonesia.
“KBRI Astana akan mempersiapkan kunjungan VIP dan VVIP pada tahun 2025 ini, yakni Menlu RI pada Oktober 2025 dan Presiden RI pada Desember 2025. Dua agenda besar ini akan menjadi ujian nyata bagi kesiapan KBRI Astana dalam memberikan dukungan keprotokolan terbaik, yang menuntut kesiapan kita baik dari sisi pengetahuan, keterampilan, maupun sumber daya,” ujar Dubes Fadjroel.
Beliau juga menekankan pentingnya keseragaman pemahaman SOP di tengah dinamika internal perwakilan.
“Dalam kurun waktu 2023–2025 terdapat sebelas staf setempat yang mengundurkan diri. Kondisi ini mendorong kita untuk semakin memperkuat kapasitas tim, karena banyak staf baru yang penuh semangat, namun masih terbatas pengalamannya di bidang keprotokolan,” tambahnya.
Dalam sesi daring ini, Direktorat Protokol memberikan materi serta menjawab berbagai pertanyaan peserta seputar implementasi SOP Protokol dan persiapan kunjungan VVIP. Dalam paparannya, Bapak Charles tekankan pentingnya pemahaman protokol dalam berbagai peran diplomatik.
“Praktik keprotokolan tidak hanya penting ketika kita bertindak sebagai hosting country, tetapi juga saat kita menjadi guest country. Keduanya menuntut ketelitian, keseragaman, dan profesionalisme agar diplomasi Indonesia dapat berjalan dengan lancar dan bermartabat,” ujar Bapak Charles.
Dengan adanya kegiatan ini, KBRI Astana berharap seluruh staf dan intern dapat semakin memahami pentingnya aspek protokol dalam mendukung pelaksanaan tugas perwakilan negara di luar negeri. Selain itu, forum ini juga menjadi wadah untuk membangun kerja sama tim, meningkatkan kapasitas individu, sekaligus memperkuat koordinasi internal dalam pelayanan diplomatik.
Lebih dari itu, keprotokolan juga menjadi sarana edukasi bagi warga, baik WNI maupun masyarakat internasional, tentang tata krama, budaya, dan nilai-nilai kebangsaan Indonesia. Melalui penerapan keprotokolan yang profesional, Indonesia tidak hanya menunjukkan kesiapan teknis dalam mendukung diplomasi, tetapi juga memperkuat citra bangsa sebagai negara yang menghormati aturan, menjunjung tinggi etika, dan mengedepankan persahabatan antarbangsa.(ABIM)










