Jakarta, ABIM (26/9/2026) – Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mendorong penguatan kerja sama Indonesia dan Belarus di berbagai bidang, terutama pertanian, industri, investasi, dan lingkungan pada pertemuan dengan Duta Besar Belarus untuk Indonesia Raman Ramanouski di Gedung Bappenas, Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Menteri Rachmat Pambudy menyampaikan, Belarus dapat memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan pupuk Indonesia, khususnya penyediaan potassium. Ia mengatakan Indonesia tidak memiliki pertambangan potassium dalam jumlah yang memadai dan hanya memproduksi potash dalam jumlah kecil dengan kadar yang rendah. Karena itu, kerja sama dengan Belarus dapat dikembangkan tidak hanya melalui perdagangan, tetapi juga investasi dan produksi di Indonesia.
“Kita tidak hanya membutuhkan satu jenis pupuk, kita membutuhkan pupuk majemuk. Jadi, ini bisa diproduksi di sini. Banyak hal yang bisa kita lakukan bersama. Indonesia ingin perusahaan kecil tumbuh menjadi perusahaan menengah, dan perusahaan menengah tumbuh menjadi perusahaan besar. Karena itu, kita tidak bisa hanya mengandalkan perusahaan besar,” ujar Menteri Rachmat Pambudy.
Menteri Rachmat Pambudy juga menekankan pentingnya memperluas distribusi dan manfaat kerja sama hingga berbagai wilayah Indonesia. Menurutnya, kebutuhan pupuk tidak hanya berada di Pulau Jawa, tetapi juga Sumatra, Kalimantan, Papua, Nusa Tenggara Timur, dan wilayah lainnya.
Sementara itu, Dubes Raman menyampaikan bahwa Belarus siap meningkatkan pasokan pupuk ke Indonesia serta memperluas kerja sama di sektor pertanian melalui penyediaan mesin pertanian, vaksin untuk hewan, produk susu, serta pendidikan dan pelatihan bagi sumber daya manusia di sektor pertanian. Belarus juga menyampaikan peluang kerja sama di bidang industri dan investasi, termasuk kemungkinan perakitan traktor di Indonesia. Kedua pihak juga membahas peluang kerja sama pengelolaan limbah, pemanfaatan biomassa, teknologi pengendalian kebakaran, serta teknologi untuk pengendalian kualitas udara dan kondisi radiologis.
“Kami siap membantu mengoordinasikan kerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait. Kami terbuka jika ada kerja sama yang perlu ditindaklanjuti dengan kementerian atau lembaga di Indonesia,” pungkas Menteri Rachmat Pambudy.(ABIM)










