Jakarta, ABIM (11/7/2026) – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memperluas potensi ekspor kelapa dan minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) ke Lebanon guna memperkuat perdagangan sekaligus membuka akses lebih luas menuju pasar Timur Tengah.
“Pembahasan dalam pertemuan bersama Lebanon, kita tingkatkan ekspor. Ekspor apa itu? CPO, kelapa yang kita ekspor sana,” kata Mentan di Jakarta, Kamis.(9/7/2026).
Ia menyampaikan hal itu usai menerima kunjungan kehormatan (courtesy call) Duta Besar Lebanon untuk Indonesia Salam Al Achkar secara terbatas di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta.
Amran menegaskan pihaknya terus mendorong peningkatan ekspor komoditas pertanian Indonesia ke Lebanon, khususnya kelapa dan CPO sebagai langkah memperluas akses pasar Indonesia di kawasan Timur Tengah.
Meski begitu, dia tidak menyebutkan berapa volume potensi ekspor CPO maupun komoditas kelapa ke Lebanon.
“Mereka menawarkan olive oil, kemudian saya minta ditambah ekspor kelapa dan CPO dari Indonesia ke Lebanon,” kata Mentan Amran.
Menurut Amran, kerja sama pertanian antara Indonesia dan Lebanon memiliki prospek yang sangat besar karena karakteristik sektor pertanian kedua negara saling melengkapi.
Indonesia memiliki keunggulan pada komoditas tropis seperti kelapa sawit, kelapa, kopi, kakao, rempah-rempah, beras, dan buah-buahan tropis.
Sebaliknya, Lebanon dikenal sebagai penghasil minyak zaitun, zaitun, anggur, buah sitrus, apel, tanaman obat, serta berbagai produk hortikultura bernilai tinggi.
Sinergi tersebut membuka ruang yang luas bagi peningkatan perdagangan, investasi, pertukaran teknologi, riset pertanian, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor pertanian.
Indonesia sendiri memiliki kapasitas produksi yang sangat kuat untuk memenuhi kebutuhan pasar global.
Sebagai produsen kelapa terbesar di dunia, Indonesia memiliki luas areal kelapa lebih dari 3,3 juta hektare dengan produksi sekitar 2,8 juta ton per tahun. Potensi tersebut menjadikan Indonesia sebagai pemasok utama berbagai produk turunan kelapa di pasar internasional.
Selain itu, Indonesia juga mempertahankan posisinya sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia.
Produksi minyak sawit nasional pada 2025 diperkirakan mencapai sekitar 56 juta ton, terdiri atas CPO dan palm kernel oil (PKO), menjadikan Indonesia pemain utama dalam rantai pasok minyak nabati dunia sekaligus salah satu penyumbang devisa terbesar dari sektor perkebunan.
Dengan kapasitas tersebut, Mentan optimistis ekspor komoditas perkebunan Indonesia ke Lebanon masih dapat terus ditingkatkan.
Di sisi lain, Lebanon merupakan mitra strategis Indonesia di kawasan Timur Tengah. Sekitar 65–80 persen kebutuhan pangan Lebanon masih bergantung pada impor, termasuk hampir seluruh kebutuhan gandumnya.
Kondisi tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk menjadi pemasok pangan yang andal sekaligus memperkuat kerja sama di bidang ketahanan pangan.
Mentan bahkan menegaskan kesiapan Indonesia untuk memasok beras apabila Lebanon membutuhkannya.
“Kalau mereka mau minta, saya kasih. Beras banyak,” ucap Amran.
Berbagai program strategis Kementerian Pertanian, mulai dari percepatan tanam, optimasi lahan, pembangunan dan rehabilitasi irigasi, modernisasi alat dan mesin pertanian, hingga penyederhanaan kebijakan pupuk, telah mendorong peningkatan produksi pangan nasional dan memperkuat cadangan beras pemerintah.
Diketahui, sepanjang 2025, perdagangan pertanian Indonesia dengan Lebanon juga menunjukkan tren positif. Indonesia membukukan surplus perdagangan pertanian sekitar 44,8 juta dolar Amerika Serikat (AS) di tahun 2025.
Ekspor utama Indonesia meliputi kelapa, kelapa sawit beserta produk turunannya, kopi, produk perkebunan, serta nanas.
Ke depan, kedua negara juga sepakat mendorong penguatan fasilitasi perdagangan melalui kerja sama di bidang tindakan sanitari dan fitosanitari (SPS), harmonisasi regulasi, business matching, serta promosi perdagangan.
Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat kemitraan ekonomi Indonesia-Lebanon sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi produk pertanian kedua negara untuk menembus pasar internasional.(ABIM)










