/Wapres Jusuf Kalla Pimpin Rapat KPRBN

Wapres Jusuf Kalla Pimpin Rapat KPRBN

Jakarta, ABIM(9/8/2018) – Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla memimpin rapat Komite Pengarah

Reformasi Birokrasi Nasional (KPRBN) di Kantor Wapres Jl. Merdeka Utara No.15, Jakarta, Kamis, 9/8.

Pada kesempatan tersebut, Wapres meminta laporan dari beberapa peserta rapat, diantaranya adalah

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan dan RB) Asman Abnur,

mengenai perkembangan program Reformasi Birokrasi hingga saat ini.

“Hari ini kita akan mendengarkan laporan Komite Pengarah Reformasi Birokrasi Nasional, yang akan

disampaikan Menteri PAN dan RB, Pak Asman Abnur, terkait perkembangan reformasi birokrasi,

seperti rencana rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN) yang baru untuk 2018, serta anggaran yang

dibutuhkan, tenaga guru, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis lainnya,” ujarnya sambil

mempersilahkan Menpan dan RB Asman Abnur untuk mempresentasikan paparannya.

Memenuhi arahan Wapres, Menpan dan RB Asman memaparkan perkembangan sejumlah langkah

program yang telah dan akan dicapai Pemerintah, meliputi beberapa poin penting yang dibagi dalam

empat hal, yaitu 1) mengenai Peningkatan Efektivitas dan E siensi Birokrasi, 2) Mewujudkan

Kelembagaan Pemerintahan yang Efektif dan E sien, 3) Pembangunan Smart  ASN dalam rangka

mewujudkan World Class Government , dan 4) Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik.

Di awal laporannya Asman menjelaskan bahwa de nisi Nilai Reformasi Birokrasi, yaitu merupakan

tingkat perkembangan instansi pemerintah dalam penerapan budaya anti-korupsi yang ditandai

dengan pelaksanaan anggaran secara efektif dan e sien, serta kualitas pelayanan publik yang

diberikan kepada masyarakat semakin baik.

Diungkapkan Asman, bahwa disisa waktu Pemerintahan yang efektif tinggal satu tahun tersebut,

langkah strategis yang perlu dilakukan adalah dengan melaksanakan audit terhadap

kementerian/lembaga terkait pengelolaan keuangan serta laporan kinerjanya yang telah dicapai, serta

masih adanya tumpang tindih tugas dan fungsi instansi/lembaga.

Di samping itu mengenai perkembangan sistem pensiun yang baru, rekrutmen ASN, konsep diklat ASN

yang baru menjadi ASN Corporate University , penempatan ASN dari lulusan ikatan dinas yang

berorientasi pada NKRI, sehingga penempatannya tidak kembali ke daerah asalnya, penempatan ASN

yang juga berorientasi pada potensi daerah, serta perlunya mengundang pimpinan daerah yang telah

memenangkan penghargaan internasional public service forum (IPSF).

Melanjutkan pembahasan, sejumlah hal yang dilaporkan oleh peserta rapat, kemudian dicatat oleh

Menpan dan RB sebagai bahan masukan lebih lanjut, diantaranya adalah tanggapan dari Menteri

Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang mengusulkan penghilangan pendapatan pegawai yang berasal

dari honorarium, sementara Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani

melaporkan tentang mengenai sistem penilaian pegawai yang perlu pembaharuan agar lebih lojig.

Menutup rapat, Menko Wiranto memberikan kesimpulan bahwa apa yang disampai oleh Menpan dan

RB serta beberapa peserta rapat lainnya tersebut merupakan bagian dari upaya penerapan dan

pengembangan reformasi birokrasi yang baik, untuk sekarang dan yang akan datang,” pungkas

Wiranto.

Hadir dalam rapat antara lain yaitu Menko Polhukam Wiranto, Menko Bidang Perekonomian Darmin

Nasution, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menko Bidang

Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menkumham Yasonna Laoly, Menkeu Sri Mulyani, Menpan RB

Asman Abnur, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Kepala BPKP Ardan Adipradana, dan Kepala

Lembaga Administrasi Negara serta sejumlah pejabat pemerintahan lainnya.

Sementara Wapres didampingi oleh Kepala Setwapres Mohamad Oemar, Deputi Bidang Pembangunan

Manusia dan Pemerataan Pembangunan Bambang Widianto, Plt. Deputi Bidang Dukungan Kebijakan

Pemerintahan Guntur Iman Nefianto, Ketua Tim Ahli Wapres Sofyan Wanandi. (ABIM/SY/RN/KIP Setwapres).