Jakarta, ABIM (25/12/2020) – Bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berterimakasih untuk dukungan seluruh rakyat Indonesia, reshuffle Kabinet Indonesia Maju berjalan lancar pelantikannya pada Rabu 23 Desember 2020. Enam menteri dan lima wakil menteri bergabung dalam kabinet pemerintahan Joko Widodo – Maruf Amin yang akan menyelesaikan masa baktinya hingga 20 Oktober 2024.
Kabinet Indonesia Maju bersama-sama sebagai kesatuan tim kerja akan menuntaskan visi sekaligus _legacy_ (warisan) Presiden Joko Widodo dan Wapres Maruf Amin yaitu terwujudnya Indonesia Maju yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian, berlandaskan gotong royong. Dilengkapi dengan misi Nawacita serta lima prioritas kerja (panca karya) yaitu: Pembangunan Sumber Daya Manusia; Pembangunan Infrastruktur; Penyederhanaan Regulasi; Penyederhanaan Birokrasi; dan Transformasi Ekonomi. Termasuk mewujudkan Ibukota Negara baru di Bukit Sepaku, Penajam, Kalimantan Timur; melaksanakan UU Cipta Kerja dan menuntaskan vaksinasi gratis Covid-19, dimana Presiden Joko Widodo menjadi orang pertama yang akan menerima vaksin Covid-19 tersebut.
Reshuffle pertama yang dilakukan Presiden Joko Widodo pada periode kedua kepresidenannya, mengangkat enam menteri dan lima wakil menteri yaitu:
1. Menteri Sosial, Tri Rismaharini (Wali Kota Surabaya dua periode, 2010-2015 dan 2016-2021); 2. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno (mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia pada 2005-2008); 3. Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin (Sebelumnya Wakil Menteri BUMN, Direktur Utama Bank Mandiri dan Direktur Utama PT Indonesia Asahan Alumunium, Ketua Satuan Tugas Pemulihan Ekonomi Nasional); 4. Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas [Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (Badan Otonom Nahdlatul Ulama), anggota DPR RI dari PKB]; 5. Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono (Sebelumya Wakil Menteri Pertahanan); 6. Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi (Sebelumnya Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, mantan Kepala BKPM).
Adapun lima wakil menteri yaitu: 1. Wamen Hukum dan HAM, Edward Omar Syarif Hiariej; 2. Wamen Pertahanan, Letjen TNI Herindra; 3. Wamen Kesehatan, dr. Dante S. Herbuwono; 4. Wamen BUMN, Pahala M. Mansury; 5. Wamen Pertanian, Harvick Hasnul Qolbi.
Selain visi dan misi serta prioritas kerja yang sangat kokoh dari pemerintahan Joko Widodo – Maruf Amin yang menjadi dasar terbentuknya _the governing president_ dan _the governing government_ sekarang ini. Pada pelantikan Kabinet Indonesia Maju sebelumnya, 23 Oktober 2019, Presiden Joko Widodo juga memberikan tujuh perintah yaitu: 1. Jangan korupsi, ciptakan sistem yang menutup celah terjadinya korupsi; 2. Tidak ada visi- misi menteri, yang ada visi-misi presiden – wakil presiden; 3. Kerja cepat, kerja keras, dan kerja produktif; 4. Jangan terjebak rutinitas yang monoton; 5. Kerja berorientasi pada hasil nyata, tugas kita bukan hanya menjamin _sent_, tapi _delivered_; 6. Selalu cek masalah di lapangan dan temukan solusinya; 7. Semuanya harus serius dalam bekerja. Saya pastikan yang tidak bersungguh-sungguh, tidak serius, bisa saya copot di tengah jalan.
Semua kebijakan Presiden Joko Widodo merupakan pelaksanaan kewajiban konstitusional sesuai sumpah Presiden di depan MPR RI, untuk melindungi segenap bangsa Indonesia, seluruh tumpah darah Indonesia serta mewujudkan kesejahteraan umum yang merata dan mencerdaskan kehidupan bangsa bagi seluruh rakyat Indonesia. Setia, menjaga, dan membela ideologi Pancasila, UUD 1945, Merah Putih, Bhinneka Tunggal Ika serta Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Terakhir, untuk memutus mata rantai penyebaran pandemi Covid-19, Presiden selalu menghimbau agar seluruh rakyat Indonesia disiplin melaksanakan protokol kesehatan 3M: memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan. Selamat merayakan Hari Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, semoga kita semua dalam perlindungan Tuhan Yang Maha Esa.
M. Fadjroel Rachman
Juru Bicara Presiden RI










