Jakarta, ABIM (13/6/2025) – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Mineral Industri Indonesia atau MIND ID, Holding BUMN Industri Pertambangan, telah memutuskan untuk merombak jajaran Direksi dan Komisaris, serta mengubah dan menambah nomenklatur direksi.
RUPS dilakukan pada Selasa (10/6/2025) dan masih berlanjut pada Rabu pagi ini, 11 Juni 2025.
RUPS memutuskan untuk memberhentikan dengan hormat sejumlah direktur, antara lain Dilo Seno Widagdo, Akhmad Fazri, dan Nur Hidayat Udin.
Pada kesempatan yang sama RUPS mengubah dan menambah nomenklatur. Untuk perubahan nomenklatur antara lain sebagai berikut:
– Direktur Keuangan menjadi Direktur Keuangan dan Investasi
– Direktur Manajemen Risiko dan HSSE menjadi Direktur Manajemen Risiko, Legal dan HSSE.
Sementara untuk penambahan nomenklatur sebagai berikut:
- Direktur Perencanaan Pengelolaan Sumber Daya Mineral
- Direktur Strategi Hilirisasi dan Ekosistem Mineral
- Direktur Transformasi Korporasi dan Human Capital Management.
RUPS pun mengangkat:
• Budi Santoso sebagai Direktur Perencanaan Pengelolaan Sumber Daya Mineral
• Aditya Kusumo sebagai Direktur Keuangan dan Investasi
• Kuswantoro Pranabudi sebagai Direktur Portofolio dan Pengembangan Usaha
• Firman Santyabudi sebagai Direktur Manajemen Risiko, Legal, dan HSSE
• Tedy Badrujaman sebagai Direktur Strategi Hilirisasi dan Ekosistem Mineral
• Pambudi Sunarsihanto sebagai Direktur Transformasi Korporasi dan Human Capital Management
Begitu juga dengan Komisaris. RUPS memberhentikan dengan hormat Pamitra Wineka dan Agung Setya Imam Effendi sebagai Komisaris MIND ID. Kemudian, mengubah posisi Grace Natalie yang sebelumnya sebagai Komisaris, kini menjadi Komisaris Independen.
RUPS pun mengangkat:
• Muhammad Fadil Imran sebagai Komisaris
• Carmelita Hartoto sebagai Komisaris Independen
Hal tersebut pun sudah dibenarkan oleh Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin.
“Betul,” ucap Maroef saat dikonfirmasikan kabar tersebut, Rabu (11/6/2025).
Berikut daftar susunan Dewan Direksi dan Komisaris MIND ID Per 11 Juni 2025:
Dewan Komisaris:
Komisaris Utama: Fuad Bawazier
Komisaris: Astera Primanto Bhakti
Komisaris: Tri Winarno
Komisaris: Muhammad Fadil Imran
Komisaris Independen: Grace Natalie
Komisaris Independent: Carmelita Hartoto
Dewan Direksi:
Direktur Utama: Maroef Sjamsoeddin
Wakil Direktur Utama: Dany Amrul Ichdan
Direktur Portofolio dan Pengembangan Usaha: Kuswantoro Pranabudi
Direktur Keuangan dan Investasi: Aditya Kusumo
Direktur Manajemen Risiko, Legal, dan HSSE: Firman Santyabudi
Direktur Perencanaan Pengelolaan Sumber Daya Mineral: Budi Santoso
Direktur Strategi Hilirisasi dan Ekosistem Mineral: Tedy Badrujaman
Direktur Transformasi Korporasi dan Human Capital Management: Pambudi Sunarsihanto.
MIND ID Tebar Dividen Rp 20,1 Triliun, 55 Persen dari Laba Bersih 2024
Holding BUMN pertambangan PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID memutuskan membagikan dividen sebesar Rp 20,1 triliun, setara 55 persen dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tahun buku 2024. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar Kamis, 12 Juni 2025.
Dividen tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp17,14 triliun. Sisa 45% laba bersih atau sekitar Rp16,44 triliun akan digunakan untuk mendukung kelanjutan program hilirisasi mineral yang menjadi fokus strategis MIND ID.
Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, menegaskan bahwa kontribusi dividen tersebut merupakan hasil dari sinergi proses bisnis hulu-hilir di seluruh anggota Grup MIND ID. “Dengan capaian kinerja yang baik ini, MIND ID sebagai penggerak hilirisasi berharap dapat memberikan dampak positif, tidak hanya bagi keberlanjutan bisnis, tetapi juga bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya, , Kamis, 12 Juni 2025.
Ia menambahkan bahwa penerapan Good Mining Practice menjadi pilar penting dalam pencapaian kinerja perusahaan. Menurutnya, keberlanjutan tidak hanya soal kepatuhan, melainkan bagian dari strategi jangka panjang yang terintegrasi.
“Kami berupaya memastikan seluruh operasional berjalan sesuai prinsip tata kelola pertambangan yang baik, agar nilai tambah hilirisasi dapat dirasakan luas, termasuk secara sosial dan lingkungan,” lanjutnya.
Sepanjang 2024, MIND ID menyelesaikan sejumlah proyek strategis, antara lain Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase I di Mempawah, Smelter Tembaga dan Precious Metal Refinery, serta uji coba konversi batu bara menjadi artificial graphite dan anodized sheet.
Untuk 2025, perusahaan memprioritaskan pembangunan SGAR Fase II di Mempawah, fasilitas RKEF dan HPAL di Halmahera Timur, serta pengembangan tiga proyek nikel utama di Sulawesi: IGP Pomalaa, IGP Morowali, dan HPAL Sorowako guna memperkuat fondasi ekosistem kendaraan listrik nasional. MIND ID juga akan membangun PLTG di Gresik dan mengoptimalkan angkutan batu bara Tanjung Enim–Keramasan.
Secara kinerja keuangan, MIND ID mencatatkan laba tahun berjalan 2024 sebesar Rp40,2 triliun, tumbuh 46% dibanding tahun sebelumnya. Pendapatan meningkat 34,56% menjadi Rp145,2 triliun, sementara total aset mencapai Rp 292,1 triliun, naik dari Rp 259,2 triliun pada 2023.
Beban pokok pendapatan juga naik dari Rp90 triliun menjadi Rp124,6 triliun, seiring dengan ekspansi dan peningkatan aktivitas hilirisasi di seluruh entitas anak.(ABIM)










