Jakarta, ABIM (26/1/2026) – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyebut pelaku usaha membutuhkan modal hingga Rp4 miliar untuk dapat mengelola dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan keterlibatan UMKM dalam program MBG tidak boleh dilihat hanya dari sudut pandang usaha mikro. Menurutnya, skema MBG justru menunjukkan keterlibatan seluruh tingkatan usaha yang dibedakan berdasarkan kapasitas permodalan.
“Di dalam program makan bergizi gratis, itu ada keterlibatan usaha mikro, ada usaha ultramikro, ada usaha kecil, ada usaha menengah. Nah, ini semua dilihat dalam skala modal,” kata Maman dalam rapat kerja Komisi VII DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Dia menjelaskan kebutuhan modal untuk membangun dapur MBG berada pada kisaran Rp1 miliar—Rp4 miliar, dengan rata-rata sekitar Rp3 miliar. Untuk itu, pemerintah mendorong pelibatan usaha menengah sebagai operator utama dapur MBG, selama sumber permodalan dan persyaratan administrasi terpenuhi.
Meski demikian, Maman menjelaskan usaha mikro dan ultramikro tetap dilibatkan dalam ekosistem MBG sebagai pemasok (supplier) bahan pangan, yang disesuaikan dengan potensi produksi di masing-masing daerah.
Menurutnya, skema ini memungkinkan pelaku usaha kecil tetap terhubung dalam rantai pasok MBG tanpa harus menanggung beban modal besar. Terlebih, Maman menilai keterlibatan dalam program MBG juga membuka peluang UMKM untuk naik kelas.
Dia mencontohkan pemasok daging di Tangerang Selatan yang kini berkembang dari usaha kecil menjadi usaha menengah setelah terlibat dalam penyediaan dapur MBG.
Untuk itu, Maman menegaskan program MBG dirancang sebagai ekosistem yang melibatkan seluruh tingkatan usaha sesuai dengan kapasitas dan peran masing-masing. “Dalam keterlibatan ekosistem MBG ini, semua tingkatan usaha itu terlibat,” terangnya.
Per 10 November 2025, Maman menuturkan sebanyak 18.614 UMKM telah terlibat sebagai pemasok dalam program MBG. Pemerintah memproyeksikan keterlibatan hingga 450.000 UMKM supplier pada sekitar 30.000 dapur MBG.
Kementerian UMKM memproyeksikan, dengan rata-rata UMKM mempekerjakan 1–5 tenaga kerja, maka total penyerapan tenaga kerja dari seluruh ekosistem MBG diperkirakan mencapai sekitar 2,25 juta orang.(ABIM)









