/Penguatan Ekosistem Industri Baterai Nasional, Menko AHY Dorong Sinergisitas dalam Pembangunan Infrastruktur

Penguatan Ekosistem Industri Baterai Nasional, Menko AHY Dorong Sinergisitas dalam Pembangunan Infrastruktur

Jakarta, ABIM (16/4/2026) – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mendorong penguatan sinergi lintas sektor dalam pembangunan infrastruktur guna mempercepat pengembangan ekosistem industri baterai nasional. Hal ini disampaikan saat menerima audiensi National Battery Research Institute (NBRI) pada Senin (13/4/2026) di Kantor Kemenko Infrastruktur.

Pertemuan tersebut membahas rencana penyelenggaraan Indonesia Battery Summit (IBS) 2026 sekaligus memperkuat kolaborasi strategis antara pemerintah, lembaga riset, dan pelaku industri dalam mendukung transisi energi dan pengembangan kendaraan listrik di Indonesia.

Audiensi dipimpin Founder NBRI, Prof. Dr. rer. nat. Evvy Kartini, bersama jajaran NBRI dan perwakilan ID Battery/IBC. Dalam kesempatan tersebut, NBRI memaparkan konsep IBS 2026 serta peluang kolaborasi untuk menyelaraskan agenda tersebut dengan prioritas pembangunan nasional.

Menko AHY menyambut baik inisiatif tersebut dan menekankan pentingnya orkestrasi kebijakan yang terintegrasi.

“Infrastruktur memiliki cakupan luas dan menjadi fondasi berbagai sektor, termasuk pengembangan industri baterai dan kendaraan listrik. Kami siap mengorkestrasikan kebijakan dan program agar terintegrasi serta memberikan dampak maksimal bagi masyarakat,” ujar Menko AHY.

Ia menegaskan penguatan sektor energi, khususnya transisi menuju energi baru terbarukan dan elektrifikasi transportasi, menjadi prioritas utama pemerintah sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Sektor transportasi dinilai sebagai salah satu kontributor signifikan emisi karbon, sehingga pengembangan kendaraan listrik berbasis baterai menjadi langkah strategis menuju target net zero emissions pada 2060.

Selain itu, Menko AHY menekankan pentingnya hilirisasi industri dan peningkatan nilai tambah sumber daya mineral strategis Indonesia.

“Kita memiliki sumber daya mineral kritis yang melimpah. Tantangannya bagaimana mengolahnya menjadi produk bernilai tambah tinggi melalui riset dan inovasi, sehingga mampu menciptakan lapangan kerja sekaligus memperkuat daya saing industri nasional,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan Kemenko Infrastruktur mengoordinasikan sejumlah kementerian strategis di bidang agraria dan tata ruang, pekerjaan umum, perumahan dan kawasan permukiman, serta perhubungan, yang seluruhnya memiliki keterkaitan erat dengan pengembangan ekosistem industri baterai dari hulu hingga hilir.

Pertemuan ini juga menjadi momentum untuk menyelaraskan agenda IBS 2026 dengan kebijakan pembangunan nasional, khususnya dalam mendukung industrialisasi, dekarbonisasi sektor transportasi, serta pengembangan kendaraan listrik nasional.

Menutup pertemuan, Menko AHY menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.

“Kami terbuka untuk bekerja sama dan memastikan setiap inisiatif berjalan selaras dengan arah pembangunan nasional. Ini peluang besar yang harus dimanfaatkan secara optimal,” pungkasnya.

Dalam pertemuan ini turut hadir Staf Khusus Bidang Manajemen dan Kerja Sama Antar Lembaga Agust Jovan Latuconsina, Staf Khusus Bidang Percepatan Pembangunan Irjen Pol. Arif Rachman, Tenaga Ahli Bidang Politik dan Tata Kelola Pembangunan Kewilayahan Ahmad Khoirul Umam, serta Sekretaris Deputi Romi Firman.(ABIM)