Jakarta, ABIM (9/7/2026) — Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyampaikan bahwa penguatan kelembagaan Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola, koordinasi lintas kementerian/lembaga, serta meningkatkan kontribusi Indonesia dalam agenda UNESCO dan perdamaian dunia. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Penandatanganan Berita Acara Serah Terima Sekretariat KNIU di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, pada Senin (6/7/2026).
Penandatanganan berita acara serah terima tersebut merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 31 Tahun 2026 tentang Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) yang mengatur perubahan struktur kelembagaan sekaligus penyelenggaraan Sekretariat KNIU dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah kepada Kementerian Kebudayaan. Penguatan kelembagaan tersebut diharapkan mampu memperkuat efektivitas koordinasi pelaksanaan program-program UNESCO di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Menko PMK menyampaikan apresiasi atas dedikasi KNIU yang selama 74 tahun telah berkontribusi memperkuat peran Indonesia di UNESCO. Menurutnya, penguatan kelembagaan ini menjadi peluang untuk meningkatkan efektivitas koordinasi sekaligus memperkuat kontribusi Indonesia dalam berbagai agenda UNESCO.
“Saya tahu KNIU luar biasa kerja keras. Ada banyak tantangan yang dihadapi KNIU. Karena posisinya kurang kuat untuk secara formal menjadi koordinator lintas KL. Ketika ini diangkat posisinya lebih tinggi harapan kita akan menyelesaikan beberapa tantangan. Kontribusi prestasi lebih besar lagi,” ujarnya.
Menko PMK menyampaikan, selama ini KNIU menghadapi tantangan karena harus mengoordinasikan 18 kementerian/lembaga mitra UNESCO meskipun memiliki struktur organisasi yang relatif kecil dan keterbatasan dukungan anggaran. Di sisi lain, KNIU juga mengemban peran strategis dalam mengawal implementasi program di tingkat daerah sekaligus mewakili Indonesia dalam berbagai forum internasional.
“Kami mengapresiasi kerja KNIU selama ini. Dengan segala keterbatasan, kontribusinya sudah luar biasa. Harapannya, dengan kelembagaan yang jauh lebih kuat, KNIU dapat bekerja semakin efektif dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi Indonesia,” ujar Pratikno.
Lebih lanjut, Menko PMK berharap penguatan kelembagaan KNIU diikuti dengan penguatan koordinasi lintas kementerian/lembaga, dukungan anggaran yang lebih terintegrasi, penguatan sumber daya manusia di KNIU sebagai wajah Indonesia di UNESCO, serta peningkatan sosialisasi hingga ke pemerintah daerah agar berbagai potensi di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan warisan dunia di seluruh Indonesia semakin terhubung dengan program-program UNESCO dan berkontribusi untuk perdamaian dunia.
“Harapannya ini menjadi sebuah _movement_ nasional, kerja secara sinergis, dengan manajemen yang bagus, koordinasinya bagus, SDM-nya bagus, sinerginya bagus untuk menjadi komitmen semua pihak,” tegasnya.
Menko Pratikno menambahkan, dengan penguatan kelembagaan tersebut, KNIU diharapkan dapat bekerja lebih efektif sehingga kontribusi Indonesia dalam agenda UNESCO semakin meningkat. Ia juga mengingatkan agar proses transisi penyelenggaraan Sekretariat KNIU dapat berlangsung cepat tanpa mengganggu keberlangsungan organisasi maupun pelaksanaan program yang sedang berjalan.
“Walaupun di masa transisi ada perpindahan, jangan sampai perpindahan membuat organisasi KNIU terjadi jeda. Transisi harus secepatnya. Data ditransfer ketika ada perpindahan kementerian. Harapannya tidak terjadi jeda saat perpindahan kementerian,” pungkasnya.
Penandatanganan Berita Acara Serah Terima Sekretariat KNIU tersebut menjadi tonggak penguatan kelembagaan KNIU di bawah Kementerian Kebudayaan sekaligus memperkuat sinergi lintas kementerian dan lembaga dalam mendukung pelaksanaan berbagai agenda UNESCO di Indonesia.
Pada kesempatan tersebut dilakukan penandatanganan berita acara serah terima dokumen yang berkaitan dengan tugas dan fungsi Sekretariat KNIU dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti kepada Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Penandatanganan disaksikan oleh Menko PMK Pratikno.
Kegiatan ini dihadiri Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha, Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti, Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kemenko PMK Warsito, Koordinator Sekretariat KNIU Endah T.D. Retnoastuti, Ketua Harian KNIU periode 2025–2026 Ananto Kusuma Seta. Pada kesempatan yang sama turut diserahkan buku rekam jejak 74 tahun KNIU dari Mendikdasmen kepada Menteri Kebudayaan. (ABIM)










