Jakarta, ABIM (29/7/2026) — Konsolidasi 120 hotel milik BUMN di bawah InJourney Hospitality memasuki babak baru. Integrasi tersebut menjadikan InJourney sebagai operator hotel terbesar kedua di Indonesia.
Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria bersama Direktur Utama InJourney Maya Watono membahas pengembangan InJourney Hospitality dalam pertemuan pada Rabu (22/7/2026), menyusul bergabungnya 120 hotel BUMN ke dalam InJourney Group.
Dony mengatakan, konsolidasi tersebut menjadi fondasi untuk memperkuat daya saing industri perhotelan nasional melalui pengelolaan yang lebih terintegrasi.
“Konsolidasi ini bukan sekadar menggabungkan aset, tetapi membangun operator hotel nasional yang lebih kuat, efisien, dan mampu bersaing di tingkat global,” kata Dony sebagaimana dikutip dari keterangan resmi, Kamis (23/7/2026).
Menurutnya, transformasi tersebut tidak hanya memperkuat portofolio aset BUMN di sektor perhotelan, tetapi juga menjadi momentum menghadirkan standar layanan kelas dunia yang berakar pada kekayaan keramahtamahan Nusantara.
Langkah ini disebut juga merupakan bagian dari program streamlining BUMN yang didorong pemerintah untuk menciptakan pengelolaan perusahaan pelat merah yang lebih fokus serta memberikan dampak lebih besar terhadap perekonomian nasional.
“BP BUMN bersama Danantara terus mendorong penguatan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkasnya.
Sebelumnya, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) alias InJourney mempercepat transformasi sektor pariwisata nasional melalui konsolidasi portofolio hotel BUMN di bawah anak usahanya, yakni PT Hotel Indonesia Natour alias InJourney Hospitality.
Direktur Utama InJourney Maya Watono menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari mandat pemegang saham untuk membangun sektor perhotelan nasional yang lebih kuat, terintegrasi, dan mampu meningkatkan nilai aset negara sekaligus memperkuat daya saing pariwisata Tanah Air di tingkat global. ”
Melalui InJourney Hospitality, kami ingin membangun portofolio hotel yang lebih terstruktur, mengangkat keunggulan heritage Indonesia sebagai diferensiasi yang ditawarkan untuk pelanggan, serta menciptakan value creation yang berkelanjutan,” kata Maya dalam keterangan tertulis, dikutip pada Minggu (28/6/2026).(ABIM)










