Jakarta, ABIM (2/8/2018) – Pemain Bola sekarang ini, bukan lagi sebagai olahragawan sampingan
namun sudah menjadi profesi yang mengiurkan apalagi kalau pemainnya sudah menjadi bintang
lapangan terkenal maka ia akan menjadi rebutan club sepakbola dan di bayar mahal walaupun usianya
relatif cukup muda. Untuk itu pentingnya pembinaan olah raga pada usia dini seperti yang dilakukan
Kompas. Fokuslah berlatih hingga menjadi pemain profesional.
Demikian pesan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla yang disampaikan saat menerima kunjungan Tim
Sepak Bola Liga Kompas Gramedia-Svenska Kullager Fabriken (LKG-SKF) di Auditorium Kantor Wakil
Presiden Jalan Merdeka Utara No. 15 Jakarta Pusat, Rabu, 01/08.
“Sekarang bola sudah professional, sehingga kadang-kadang pemain bola itu sudah lebih tinggi gajinya
dibanding dengan sarjana yang sekolahnya bertahun tahun,” ungkapnya.
Di pertemuan itu, Wapres juga mengatakan kalau sudah menjadi pemain bola profesional maka
kehidupannya akan baik memilki rumah yang bagus, kaya, dan istri cantik pula, candanya diiringi tawa
hadirin.
“Jadi pemain bola ini bisa saja lebih kaya dari bintang lm. Jadi artinya kalau anda mau menjadi pemain
bola yang baik, bersungguh-sungguhlah, fokuslah,” tuturnya.
Pemain bola, menurut Wapres, kekuatannya ada pada kekuatan lari sambil ber kir, berbeda dengan
atletik yang lebih mengutamakan kekuatan berlari. Artinya, kata Wapres, bahwa menjadi pemain bola
sekarang itu bukan hanya sik yang hebat tetapi otaknya juga harus cerdas.
“Lihat aja pemain bola yang di world cup itu bagaimana operannya pas-pas dan sebagainya,” terangnya.
Mengakhiri arahannya Wapres tak lupa menyampaikan ucapan selamat dan mengapresiasi atas
pencapaian Tim sepak Bola LKG-SKF yang masuk babak semi nal dan berhasil meraih juara 3 dalam
kejuaraan Piala Gothia Cup 2018 di Swedia.
“Selamat dan terimakasih atas prestasi anak-anakku sekalian. Kita hampir punya piala sama dengan
World Cup ,” tutupnya dihadapan para pemain yang usianya 15-16 tahun.
Dalam pertemuan tersebut Wapres didampingi oleh Kepala Sekretariat Wakil Presiden Mohammad
Oemar, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan
Bambang Widianto dan Staf Khusus Wapres Bidang Komunikasi dan Informasi Husain Abdullah
serta Tim Ahli Wapres Sofyan Wanandi, dan M. Iksan. (ABIM/RMS/RN/KIP-Setwapres)










