/Tiga Puluh Satu Seniman Indonesia Gelar Pertunjukan Seni Daring Dari Dua Puluh Enam Negara

Tiga Puluh Satu Seniman Indonesia Gelar Pertunjukan Seni Daring Dari Dua Puluh Enam Negara

Jakarta, ABIM (12/4/2021) – Tiga puluh satu seeniman Indonesia gelar pertunjukan seni daring dari dua puluh enam negara. Rasa empati dengan kondisi pandemik inilah yang membuat diluncurkannya gerakan solidaritas seni bertajuk Salti (salam satu hati).

1.Awal mula
Dari perbincangan group WhatsApp (WA) kecil tentang keluh kesah keadaan selama diberlakukannya penutupan dan aktivitas seni karena pandemi, muncul keresahan yang sama. Rasa empati inilah yang membuat diluncurkannya gerakan solidaritas seni bertajuk Salti (salam satu hati).
Dari perbincangan Salti pada bulan Desember 2020, Salti melakukan pentas perdana pada tanggal 14 sampai 20 Februari 2021 . Pada pementasan pertama tersebut diikuti oleh 26 pelaku seni. Pementasan ini dilakukan secara tunggal oleh anggota Salti dengan menggunakan platform Instagram.
Dengan bergabungnya 6 (enam) anggota baru, Salti mementaskan pentas tunggal anggota baru pada 7 dan 11 Maret 2021.
Pada tanggal 12 -13 April 2021, Salti kembali melakukan pementasan secara kelompok dengan konsep kolaborasi. Pentas kali ini menampilkan 31 pelaku seni anggota Salti di 26 negara dibagi menjadi 5 Karya kolaborasi.

2. Tujuan
Pandemi di luar negeri beragam pemberlakuannya, beberapa negara masih memberlakukan lockdown dan shutdown. Sebagaimana yang lain, kesehatan mental sangat diuji. Disinilah Salti hadir untuk kami sebagai terapi dalam bentuk dukungan dan persaudaraan secara profesional.
Simbol Salti mengunakan simbol salam hati melalui jari tangan membentuk hati. Salam Salti ini menjadi simbol bahwa kita saling mendukung, saling mengapresiasi dan diapresiasi serta tetap berkarya walau terbatas dan dibatasi.

SALTI TIM 2021
31 kota 26 Negara

1. Miftarica Al Asyiqie (Hamburg, Germany)
2. Tri Novita (Ecuador, Quito)
3. Tri Koyo (Moscow, Russia)
4. Elisabeth Nila (Moscow, Russia)
5. Diah Anggraini (Warsaw, Poland)
6. Andre (Lisbon, Portugal)
7. Rahmida Dewi Patmawati (Tilburg, Netherlands)
8. Arum (Nantes, France)
9. Kadek Puspasari (Paris, France)
10. Yuliana Seconda Titasari (Oxford, England)
11. Asri Dwi Hapsari (Tashkent, Uzbekistan)
12. Agung Saputra (Nur Sultan, Kazakhstan)
13. Maria Thiwul Iwuk (Bratislava, Slovakia)
14. Siti Baequniyah (Nürnberg, Germany)
15. Sukristianto Hari (Harare, Zimbabwe)
16. Miranto Suwandi (Namibia, Windhoek)
17. Anton Prabowo (Pretoria, South Africa)
18. Anistasari Gustini (Pretoria, South Africa)
19. Shelsa Hyunda (Singapore)
20. Hery Kristian Buana Tanjung (Manila, Philippine)
21. Muhammad Febrian Rochmadhoni (Colombo, Sri Lanka)
22. Adiputra Nugraha (Port Moresby, Papua New Guinea)
23. Dori R. Nugroho (Abu Dhabi, United Arab Emirates)
24. Alexander Riyanto (Buenos Aires, Argentina)
25. Eko Nurcahyo (Ottawa, Canada)
26. Wisnu Aji Setyo Wicaksono (Toronto, Canada)
27. Tri Wulandari (Ilinois, Chicago)
28. Arma Dwipa Setya Dharma (Niagara, Canada)
29. Nyoman T. Usadhi (Massachusetts, USA)
30. Ragil H.T. Purnomo (Canberra, Australia)
31. Oky Bima Reza Afrita (Bangkok, Thailand).(ABIM)