Jakarta, ABIM (29/1/2026) – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Dr. Wihaji, S.Ag., M.Pd. menerima audiensi Universitas Insan Cita Indonesia (UICI)terkait upaya penguatan sumber daya manusia penyuluh dan Tim Pendamping Keluarga(TPK). UICI akan memberikan beasiswa kepada 100 orang bagi penyuluh keluarga berencana maupun TPK untuk melanjutkan pendidikan tinggi di berbagai program studi, sebagai bagian dari peningkatan kapasitas dan profesionalisme SDM di lapangan.
Menteri Wihaji menyampaikan bahwa saat ini Kemendukbangga/BKKBN memiliki hampir 18 ribu penyuluh ASN dan sekitar 600 ribu Tim Pendamping Keluarga yang menjadi ujung tombak pelayanan dan pendampingan keluarga di masyarakat. “Perkembangan itu cepat, bahwa tugas kita ini menggerakkan dan merubah perilaku. Maka diperlukan SDM-SDM yang baik dan bagus. Maka ke depan kita tadi sudah ngobrol tipis-tipis nanti akan ada PKS bersama beliau Rektor. Untuk bekerjasama supaya teman-teman Tim Pendamping Keluarga maupun penyuluh yang masih lulusan SMA. Dan kita dapat beasiswa sebanyak 100 orang dari beliau yang nanti bisa kuliah di berbagai jurusan Di Perguruan Tinggi Universitas Insan Cita Indonesia.” ujar Menteri Wihaji.
UICI dan Kemendukbangga/BKKBN telah menandatangani Nota Kesepahaman Bersama (MoU) sebelumnya dan kerja sama ini akan segera ditindaklanjuti melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS).
Rektor Universitas Insan Cita Indonesia, Prof. Asep, menyatakan komitmennya untuk mendukung peningkatan kompetensi penyuluh dan TPK Kemendukbangga/BKKBN. Ia menegaskan kesiapan UICI untuk berkolaborasi dalam penguatan soft skill dan hard skill berbasis pengetahuan, sehingga para penyuluh dan pendamping keluarga dapat menjalankan perannya secara lebih profesional dan berdampak bagi pembangunan keluarga Indonesia.(ABIM)



