Basel, Swiss, ABIM (13/6/2026) – Mewarnai hari Minggu yang cerah di tengah Kota Basel, Swiss, pada 7 Juni 2026, denting gamelan Bali kembali mengalun memecah keheningan. Semilir angin yang menemani hangatnya musim panas di Basel turut mengiringi alunan indah dan dinamis Gender Wayang, Gong Kebyar, dan Tingklik yang membawa para pengunjung seolah sejenak berpindah dari jantung Eropa menuju Pulau Dewata di Indonesia.
Gamelan Community Gathering (GCC) 2026 yang tahun ini memasuki tahun kelima penyelenggaraannya melalui kerja sama antara KBRI Bern dengan dengan Musik Akademie Basel, menghadirkan puluhan anggota Gamelan Saraswara yang berasal dari mancanegara serta dari berbagai kelompok usia, yang dengan mahir memainkan gamelan Bali sekaligus mengiringi pertunjukkan tari Bali yang dibawakan oleh Inten, Amandine, dan Vivi.
GCC yang berlangsung di taman Sommercasino Basel ini sukses menjadi platform perayaan budaya yang mempertemukan para seniman mancanegara antara lain dari Swiss, Italia, Jerman, Inggris dan Indonesia, dengan masyarakat lokal dalam suasana hangat penuh kebersamaan. Ramai masyarakat lokal dari berbagai kota di Swiss dan sekitarnya terpukau dengan penampilan para pemain gamelan dan penari yang sebagian besar merupakan warga asing, bahkan beberapa masih berusia kanak-kanak.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan workshop interaktif yang dapat diikuti oleh seluruh pengunjung, antara lain workshop Tari Kecak dan Gamelan yang dipandu langsung oleh para seniman dan pengajar berpengalaman. Melalui kegiatan tersebut, pengunjung tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga dapat merasakan secara langsung pengalaman memainkan gamelan dan mempelajari gerakan dasar tari Kecak Bali.
Kegiatan semakin semarak dengan penampilan gamelan anak dan para pelajar dari Musik Akademie Basel, sebagai showcase keberhasilan proses pembelajaran seni Bali di Swiss. Kehadiran generasi muda dalam pertunjukan tersebut menjadi bukti bahwa gamelan Indonesia telah berkembang dan diwariskan secara lintas generasi di Swiss.
Selain pertunjukan seni, para pengunjung juga dapat menikmati hidangan khas Bali. Sajian kuliner melengkapi pengalaman budaya yang ditawarkan selama kegiatan, serta menjadi sarana memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia kepada masyarakat internasional.
Acara berlanjut hingga malam hari, yang diisi dengan sesi Artist Talk, menghadirkan Dieter Mack, Septian Dwi Cahyo, dan Krishna Putra Sutedja, dimoderatori oleh Ivan Liuzzo, seorang seniman asal Italia yang juga belajar seni gamelan Bali.
membahas perkembangan gamelan kontemporer, pertukaran budaya Indonesia–Swiss, serta peran seni tradisional dalam dialog lintas budaya. Acara ditutup dengan konser gamelan yang menampilkan kolaborasi para musisi Indonesia dan Swiss, menghadirkan perpaduan kreativitas, tradisi, dan inovasi yang mendapat sambutan hangat dan apresiasi dari para penonton.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Swiss dan Liechtenstein, Ngurah Swajaya, menyampaikan apresiasi atas konsistensi Gamelan Saraswara dalam memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat luas. “Keberadaan komunitas gamelan dan kelompok seni budaya Indonesia di Swiss telah menjadi mitra penting dalam memperkuat diplomasi budaya Indonesia serta untuk mepererat hubungan antarmasyarakat Indonesia dan Swiss,” ungkap Dubes Ngurah.
Suksesnya penyelenggaraan Gamelan Community Gathering 2026 juga menunjukkan bahwa gamelan Indonesia sangat diapresiasi dan memperoleh tempat yang istimewa di Swiss. Selain berkembang melalui komunitas seni, khususnya gamelan Bali saat ini juga diajarkan di sejumlah institusi pendidikan tinggi terkemuka, termasuk Gamelan Saraswara yang berafiliasi dengan University of Applied Sciences and Arts Northwestern Switzerland (FHNW), serta pendidikan musik gamelan di Haute école de musique de Genève (HEM Genève).
“Merupakan suatu kebanggaan ketika budaya Indonesia mendapat apresiasi di luar negeri. Semoga kerja sama ini terus berlanjut dan bahkan dapat dikembangkan lagi di masa mendatang”, ujar Dahlia Kusuma Dewi, Koordinator Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya KBRI Bern.
Melalui kegiatan ini, KBRI Bern menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai inisiatif budaya yang memperkuat hubungan Indonesia–Swiss. Gamelan Community Gathering menjadi bagian dari soft power diplomacy Indonesia yang tidak hanya menjadi ajang pertunjukan, tetapi juga ruang perjumpaan yang mempererat persahabatan serta memperluas pemahaman budaya, melalui bahasa universal seni dan musik.
Penyelenggaraan kegiatan ini juga turut menjadi bagian dari rangkaian peringatan 75 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia–Swiss yang jatuh pada tahun 2026, sebagai penegas eratnya hubungan antarmasyarakat serta komitmen kerja sama berkelanjutan kedua negara.(ABIM/KBRI Bern Swiss)









