/KBRI Bern: Hangatnya Suasana Lebaran Sambut Musim Semi di Swiss

KBRI Bern: Hangatnya Suasana Lebaran Sambut Musim Semi di Swiss

Bern, Swiss, ABIM (28/3/2026) – Ratusan masyarakat muslim Indonesia dari berbagai kota di Swiss dan Liechtenstein mengikuti rangkaian Salat Idul Fitri berjamaah dan Halal bi Halal yang diselengggarakan KBRI Bern di Mattenhofsaal, Gümligen, Bern. Dengan penuh hikmat, para diaspora bersahut-sahutan mengumandangkan takbir menyambut perayaan 1 Syawal 1447 H di Swiss, yang jatuh pada hari Jumat, 20 Maret 2026.

Dalam momentum Idul Fitri tahun ini, Khatib dan Imam Salat Idul Fitri KBRI Bern, Desrial Anwar, mengajak umat untuk saling memaafkan dan menumbuhkan sikap tawadhu di hadapan Allah SWT. Ia juga menegaskan pentingnya menjauhi sikap merendahkan sesama serta membersihkan hati dari segala bentuk kesombongan. Momentum Idul Fitri juga membawa makna bagi umat manusia untuk menjadi insan yang meraih kemenangan, kembali bersih dan semakin baik ke depan.

Selepas salat idul fitri berjamaah, digelar acara Halal bi Halal yang dihadiri oleh Duta Besar RI Bern, Ngurah Swajaya. Dalam sambutannya, Dubes Ngurah mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dan kekeluargaan diantara masyarakat Indonesia. Ia juga menyebutkan bahwa perayaan Idul Fitri tahun ini cukup istimewa karena berdekatan dengan perayaan keagamaan lainnya, seperti Nyepi dan Paskah, yang semakin memperkaya makna toleransi dan harmoni.

“Saya mengapresiasi semangat persatuan dan kebersamaan di antara masyarakat Indonesia. Perayaan Idul Fitri di Bern tahun ini kembali menjadi momentum untuk memperkuat rasa kerukunan dan kekeluargaan. Momentumnya yang juga beriringan dengan Hari Raya Nyepi dan Paskah yang akan datang, mengingatkan kita bahwa dalam keberagaman, terdapat kekuatan untuk saling menghormati dan memperkuat persatuan,” ujar Dubes Ngurah Swajaya.

Warga Indonesia dari berbagai latar belakang, baik yang telah lama menetap di Swiss, pelajar, pekerja profesional, turut hadir dan memeriahkan acara. Keceriaan nampak di raut wajah ratusan masyarakat yang hadir, yang saling berjabat tangan dan memaafkan, merayakan hari kemenangan dengan penuh rasa syukur.

Sambil bersilaturahmi, para diaspora menikmati berbagai hidangan khas Lebaran seperti ketupat, opor ayam, rendang, sambal goreng ati, dan berbagai kue tradisional yang mampu menghadirkan nuansa kampung halaman. Selain itu, mereka juga saling berbagi cerita tentang kehidupan di perantauan serta mengabadikan momen kebersamaan melalui foto dan video. “Semangat kebersamaan sangat dirasakan dalam setiap momentum lebaran ini, dimana hidangan yang disajikan dan penataan lokasi acara juga turut dipersiapkan oleh saudara-saudara kita bahkan dari berbagai latar belakang agama dan keyakinan,” ujar Dahlia Kusuma Dewi, Kepala Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya KBRI Bern.

Meski terpisah jarak dari keluarga di Indonesia, kebersamaan antarwarga Indonesia di Swiss menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat. Perayaan Idul Fitri di Bern tahun ini sekali lagi menjadi bukti bahwa semangat Lebaran tetap dirasakan oleh masyarakat Indonesia di manapun mereka berada, serta menjadi sarana pemersatu bangsa. (ABIM/KBRI Bern Swiss)