/Film Indonesia “SORE” Resmi Membuka Asia Pacific Film Festival (APFF) 2026 di Bern, Dihadiri 330 Penonton

Film Indonesia “SORE” Resmi Membuka Asia Pacific Film Festival (APFF) 2026 di Bern, Dihadiri 330 Penonton

Bern, Swiss, ABIM (11/2/2026) – Mengulang kesuksesan pekan Asia Pacific Film Festival (APFF) pertama yang diadakan tahun 2025, tahun ini Kedutaan Besar dari 10 negara Asia Pasifik kembali menggelar APFF di Ibukota Swiss, Bern, dengan pemutaran film Indonesia “SORE: Istri dari Masa Depan pada Senin, 9 Februari 2026, sebagai kick-off rangkaian APFF 2026. Sebanyak 330 penonton memenuhi Quinnie Cinema yang mayoritas merupakan warga lokal Swiss, pecinta Indonesia. Penyelenggaraan acara ini didukung penuh oleh Pemerintah Kota Bern, serta dukungan Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia yang mengantarkan film SORE ke tengah masyarakat publik di Swiss.

Kegiatan Pembukaan APFF pada 9 Februari 2026 secara resmi diawali dengan sambutan dari Walikota Bern, Marieke Kruit. Dalam sambutannya, Walikota Bern menegaskan bahwa APFF merupakan sarana strategis untuk menjembatani pemahaman antarbudaya antara masyarakat negara-negara Asia Pasifik dengan Swiss. Disampaikan bahwa film merupakanbahasa universal yang mampu melampaui batas budaya, tradisi, dan kebangsaan.

Acara dilanjutkan dengan sambutan Duta Besar RI Bern, Ngurah Swajaya, sekaligus membuka secara resmi APFF tahun 2026. “APFF merupakan wadah yang bermakna untuk memperkuat saling pengertian, solidaritas, dan rasa hormat antarbangsa. Film tidak hanya sekedar hiburan, namun juga medium refleksi yang membawa nilai kemanusiaan serta shared values lainnya yang dapat dipahami dan dirasakan bersama,” ujar Dubes Ngurah.

Penyelenggaraan APFF 2026 juga bertepatan dengan Peringatan 75 tahun Hubungan Diiplomatik Indonesia–Swiss, yang mengusung tema Trust, Innovation, Partnership. “Selama lebih dari tujuh dekade, Indonesia dan Swiss telah membangun hubungan yang kokoh berdasarkan saling percaya, inovasi, dan kemitraan yang dilandasi nilai-nilai bersama”, lanjutDubes Ngurah. Pertukaran budaya melalui seni dan film merupakan salah satu pilar penting dalam memperkuat hubungan antar masyarakat, melampaui diplomasi formal, serta menjadi jembatan persahabatan yang terus hidup dan relevan.

Pada kesempatan tersebut, secara khusus Dubes RI menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia yang terus mendukung promosi film nasional khususnya di kancah internasional. Film “SORE: Istri dari Masa Depan” garapan sutradara muda Yandy Laurens, terpilih sebagai pembuka festival, menyajikan film berkualitas dengan raihan 13 nominasi dan 10 penghargaan, serta kekuatan cerita yang bersifat universal dan relevan lintas budaya.

Acara pembukaan APFF 2026 juga dihadiri oleh para Duta Besar dan Kepala Perwakilan negara-negara Asia Pasifik, antara lain Duta Besar Australia, India, Jepang, Pakistan, Filipina, dan Thailand. Turut hadir pula delegasi dari University of Applied Sciences and Arts Northwestern Switzerland (FHNW) yang dipimpin oleh Dr. Teresa L. Freiburghaus, bersama para dosen dan mahasiswa, yang mencerminkan kuatnya peran dunia akademik dalam mendorong dialog lintas budaya dan kreativitas generasi muda.

Sebagai penanda dimulainya rangkaian Asia Pacific Film Festival 2026, Dubes Ngurah Swajaya mengundang para Duta Besar dan Kepala Perwakilan dari negara-negara Asia Pasifik yang hadir untuk naik ke panggung dan memainkan alat musik tradisional Angklung, membawakan lagu “Ode to Joy” karya Ludwig van Beethoven. Permainan angklung tersebut diiringi dan dipandu oleh Stella, seorang diaspora muda Indonesia, Wakil Direktur Angklung Padasuka, yang secara khusus hadir untuk memimpin penampilan bersama. “Permainan Angklung yang dimainkan secara kolektif ini sengaja dihadirkan untuk menjadi pesan harmoni, kebersamaan, dan kerja sama, yang merupakan nilai-nilai yang sejalan dengan semangat Asia Pacific Film Festival,” ujar Dahlia Kusuma Dewi, Kepala Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Bern.

Sepanjang dua jam pemutaran, penonton terpukau menyaksikan hingga akhir film. Banyak di antara pemirsa menyampaikan kesan mendalam dan merasa tergugah oleh makna film SORE, khususnya makna cerita yang dinilai menggambarkan realitas kehidupan. Kegiatan pemutaran film Indonesia yang menandai hari pertama APFF ini juga tidak lepas dari sajian kuliner kuliner khas Indonesia seperti lemper, arem-arem, dadar gulung, martabak telur, serta minuman khas Indonesia, yang semakin memperkaya pengalaman budaya Indonesia bagi para hadirin.

Asia Pacific Film Festival 2026 berlangsung mulai 9 hingga 26 Februari 2026, menghadirkan film-film pilihan dari Indonesia, Australia, kawasan Pasifik, Vietnam, Republik Korea, Filipina, Thailand, India, Pakistan, dan Jepang. Festival film ini menawarkan beragam kisah, mulai dari refleksi tentang kehidupan, isu-isu aktual, hingga narasi kuat tentang sejarah, identitas, dan budaya. Penyelenggaraan festival juga membuktikan pentingnya soft power diplomacy dalam membangun persahabatan antarbangsa, khususnya melalui promosi film.(ABIM/KBRI Bern Swiss)