/Menteri Kebudayaan Fadly Zon : Kementerian Kebudayaan Bahas Potensi Kerja Sama Kebudayaan dengan Kedutaan Besar Kerajaan Maroko

Menteri Kebudayaan Fadly Zon : Kementerian Kebudayaan Bahas Potensi Kerja Sama Kebudayaan dengan Kedutaan Besar Kerajaan Maroko

Jakarta, ABIM (4/6/2026) – Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, melaksanakan dialog strategis
dengan Duta Besar Kerajaan Maroko untuk Indonesia, Redouane Houssaini. Dialog yang
bertempat di Gedung Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta, tersebut membahas
strategi pengembangan ekosistem musik tradisional sekaligus potensi kerja sama bidang
budaya antara Indonesia dengan Kerajaan Maroko.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Kebudayaan menyambut hangat pelantikan Redouane
Houssaini sebagai Duta Besar baru Kerajaan Maroko untuk Indonesia. Menbud menyebutkan
bahwa Indonesia dan Kerajaan Maroko memiliki hubungan diplomatik yang erat berkat
adanya kemiripan historis serta geografis.

Menurut Menbud Fadli, kedua aspek tersebut dapat
menjadi pilar penguat hubungan bilateral kedua negara yang berlandaskan payung hukum
dan relasi strategis.

Lebih lanjut, Menbud Fadli menyebutkan bahwa Indonesia dan Kerajaan Maroko dapat
memperkuat kolaborasi di bidang budaya, khususnya budaya musik tradisional. Menurut
Menbud, musik Andalusi asal Maroko mempunyai kemiripan dengan musik gambus dari
Indonesia, di mana kedua musik tradisional tersebut sarat akan makna spiritual yang menjadi
atribut penting bagi masing-masing negara.

“Musik tradisional Andalusi dari Maroko mungkin selaras dengan musik gambus dan kasidah
di Indonesia. Ke depannya, Indonesia dan Maroko dapat menjalin kerja sama budaya melalui
dua genre musik tersebut. Selain mengadakan pertunjukan musik, kita bisa juga mengundang
pemain musik gambus dan musik Andalusi untuk berkolaborasi dalam panggung yang sama,”
ungkap Menteri Kebudayaan.

Menteri Fadli turut mendorong penguatan diplomasi antara Indonesia dengan Kerajaan
Maroko melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang mencakup bidang
kebudayaan, ekonomi kreatif hingga pemanfaatan tradisi dan kearifan lokal. Kerja sama
tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kesepakatan di atas kertas, melainkan dapat segera diimplementasikan melalui berbagai program strategis yang saling menguntungkan.

Dengan aksi konkrit, Menbud optimis bahwa kedua negara dapat ekosistem budayanya hingga kancah
internasional.

“Penandatanganan MoU dapat dipercepat agar menjadi tindak lanjut dari kooperasi antara
Indonesia dengan Maroko. Selain itu, kita juga dapat mencanangkan program-program yang
dapat memajukan ekosistem budaya, seperti program residensi seniman, pertunjukan musik
tradisional dan konferensi budaya,” imbuh Menbud Fadli.

Selaras dengan pernyataan Menteri Fadli, Duta Besar Kerajaan Maroko untuk Indonesia,
Redouane Houssaini menjelaskan bahwa terdapat tiga potensi kolaborasi Indonesia-Maroko,
yakni penguatan ekonomi berdasarkan budaya, promosi kebudayaan, serta kerja sama
institusi seperti museum. Ia menjelaskan,

“Kita dapat terus berusaha untuk mempromosikan
kebudayaan kita. Melalui persahabatan yang berlandaskan penghormatan, kita dapat
melakukan yang terbaik untuk memajukan budaya negara masing-masing.”

Hadir mendampingi Menteri Kebudayaan dalam dialog ini, antara lain Direktur Jenderal
Diplomasi, Promosi dan Kerja Sama Kebudayaan, Endah T.D. Retnoastuti, dan Staf Ahli
Menteri Bidang Ekonomi dan Industri Kebudayaan, Anindita Kusuma Listya.

Mengakhiri dialog, Menteri Kebudayaan berharap Indonesia dan Kerajaan Maroko dapat terus
mengeksplorasi potensi kerja sama di bidang kebudayaan. Melalui implementasi kesepakatan
antar kedua negara, hubungan bilateral tersebut diharapkan dapat membawa dampak positif
bagi perkembangan industri kreatif dan pelestarian tradisi lokal antara Indonesia dengan
Kerajaan Maroko.(ABIM)