/Menteri Kebudayaan Fadli Zon : Indonesia–Belanda Tegaskan Komitmen Bersama, Kemitraan Film, Arsip, dan Repatriasi Warisan Budaya

Menteri Kebudayaan Fadli Zon : Indonesia–Belanda Tegaskan Komitmen Bersama, Kemitraan Film, Arsip, dan Repatriasi Warisan Budaya

Den Haag, Belanda, ABIM (4/2/2026) — Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon,
melakukan pertemuan bilateral dengan Gouke Moes, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan
Ilmu Pengetahuan Kerajaan Belanda, sebagai bagian dari upaya memperkuat kemitraan
strategis Indonesia–Belanda di bidang kebudayaan, film, arsip, dan pengelolaan warisan
budaya.

Pertemuan ini berlangsung bertepatan dengan penyelenggaraan International Film
Festival Rotterdam (IFFR) yang menampilkan karya sineas nasional Indonesia, termasuk
dua film pendek, lima film panjang, serta keterlibatan produser Indonesia dalam program
pitching, lab mentor, dan Rotterdam Film Lab.

Menteri Fadli Zon menyampaikan apresiasi atas ruang dan perhatian yang diberikan IFFR
terhadap perfilman Indonesia, sekaligus mengusulkan kemungkinan penyelenggaraan
“Indonesia Focus” atau “Indonesia Spotlight” pada edisi IFFR mendatang sebagai platform
untuk memperdalam pertukaran budaya melalui sinema.

Dalam bidang perfilman dan audiovisual, kedua pihak juga menegaskan komitmen untuk menindaklanjuti Perjanjian Kerja Sama Ko-produksi Audiovisual Indonesia–Belanda yang telah ditandatangani pada 4 Desember 2024.

Saat ini, proses ratifikasi tengah berjalan melalui koordinasi lintas kementerian terkait.

Kerja sama pengembangan talenta turut diperkuat melalui SAMASAMA Lab, sebuah inisiatif
ko-kreasi yang melibatkan Netherlands Film Fund (NFF), Manajemen Talenta Nasional Kementerian Kebudayaan RI, dan Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI).

Program ini dirancang untuk membangun ekosistem kreatif lintas negara yang berkelanjutan melalui pengembangan proyek, pertukaran pengetahuan, dan jejaring profesional.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Fadli Zon juga menekankan pentingnya kerja sama di
bidang arsip sejarah dan budaya, khususnya pemanfaatan arsip Belanda yang berkaitan
dengan sejarah dan kebudayaan Indonesia.

Pemerintah Belanda menyambut baik inisiatif ini
dengan semangat kolaborasi, termasuk dalam digitalisasi arsip, akses bersama, penelitian,
restorasi film, pameran, serta penguatan kapasitas, dengan menjunjung pendekatan yang
etis, inklusif, dan saling menghormati.Kerja sama ini diharapkan dapat melibatkan institusi seperti Eye Film Museum dan KITLV.

Terkait isu repatriasi, Menteri Fadli Zon menyampaikan apresiasi atas pendekatan cultural
and historical justice pemerintah Belanda dalam proses pengembalian warisan budaya
Indonesia, termasuk koleksi Dubois yang saat ini telah dipamerkan di Museum Nasional
Indonesia.

Selain itu, Indonesia juga mengusulkan percepatan repatriasi terhadap 37 objek
Warisan Budaya Bersifat Kebendaan (WBBK) yang telah memperoleh rekomendasi
pengembalian dari Collonial Collection Committee (CCC).

Dalam konteks ini, Menteri Fadli
Zon secara khusus mengusulkan repatriasi koleksi karya dan peninggalan Raden Saleh
yang saat ini berada di Museum Naturalis, Belanda, sebagai bagian dari upaya pemulihan
sejarah seni dan identitas budaya Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Fadli Zon juga menyampaikan permohonan
dukungan kepada Kerajaan Belanda terhadap pencalonan Indonesia sebagai Anggota
Komite Antar-Pemerintah UNESCO untuk Perlindungan Warisan Budaya Takbenda (ICH)
periode mendatang, dengan pemilihan yang akan berlangsung pada Juni 2026.

Pertemuan ini menegaskan komitmen kedua negara untuk terus membangun hubungan
budaya yang setara, kolaboratif, dan berorientasi ke masa depan, dengan kebudayaan
sebagai jembatan dialog, keadilan sejarah, dan kerja sama internasional yang berkelanjutan.(ABIM)