Jakarta, ABIM (2/5/2024) – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan
Informatika (Kominfo) telah menyiapkan infrastruktur telekomunikasi untuk digunakan
pada acara World Water Forum ke-10 yang akan berlangsung di Nusa Dua, Bali, mulai
18 Mei hingga 25 Mei 2024. Infrastruktur telekomunikasi itu disiapkan untuk delegasi
yang hadir serta awak media peliput.
Ketua Bidang VIII Komunikasi Publik, Dokumentasi, dan Promosi Panitia Penyelenggara Nasional World Water Forum ke-10 sekaligus Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Budi Arie Setiadi mengatakan bahwa infrastruktur telekomunikasi dan media center berperan penting dalam menggaungkan acara forum air internasional tersebut ke seluruh dunia.
“Paling tidak dari sisi infrastruktur telekomunikasinya, media center, dan juga
bagaimana ikut menggaungkan World Water Forum ke-10 itu agar menjadi event yang
menggema ke seluruh dunia,” kata Budi dalam pernyataannya belum lama ini.
Selain menyiapkan infrastruktur telekomunikasi, Kementerian Kominfo juga akan mengajak awak media peliput World Water Forum 2024 melihat berbagai lokasi pengelolaan air di Bali, seperti Danau Batur, Subak, hingga Museum Air di Tabanan.
“Karena itu World Water Forum ke-10 semua temanya tentang air, nanti kita kunjungi
semua yang berbau-bau air (seperti) Danau Batur, Subak, di Bali, Museum Air di
Tabanan dan sebagainya. Pokoknya kita harus melindungi air untuk masa depan anak
cucu kita,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil II Ketua Panitia Penyelenggara Nasional World Water Forum
ke-10 sekaligus Penjabat (Pj) Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya mengatakan,
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali sebelumnya telah mematangkan persiapan
penyelenggaraan World Water Forum ke-10 bersama panitia pusat pekan lalu.
“Tentatif agenda sudah disusun, ada yang sudah dievaluasi oleh Kemenko Marves,
yang pasti sudah dilaporkan ke Presiden Joko Widodo. Presiden yang akan
memutuskan dari sekian agenda tentatif yang mana pasti dilakukan,” katanya.
Adapun yang masih menjadi perhatian Pemprov Bali saat ini adalah terkait agenda
kegiatan tambahan di luar forum inti. Beberapa usulan yang sudah dilaporkan seperti
karya wisata di kawasan Jatiluwih Tabanan, kawasan Kintamani Bangli, dan kegiatan
melukat. Di kawasan Jatiluwih, Pemprov Bali juga menawarkan kunjungan ke subak
atau sawah dengan sistem pengairan khas Bali dan panglukatan Pura Kadatuan Raksa
Sidhi, kemudian di Kintamani berkaitan dengan aktivitas di Danau Batur. (ABIM)








