/Presiden Prabowo Instruksikan Prototipe Listrik Pedesaan Tenaga Surya dan Bahas Giant Sea Wall di Hambalang

Presiden Prabowo Instruksikan Prototipe Listrik Pedesaan Tenaga Surya dan Bahas Giant Sea Wall di Hambalang

Bogor, Jawa Barat, ABIM (19/9/2025) – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memimpin rapat terbatas bersama jajaran menteri di bidang perekonomian dan instansi terkait lainnya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Kamis, 18 September 2025.Tampak hadir dalam rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto yaitu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indrawijaya, Menteri Investasi Dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Kelautan dan Perikanan SW Treggono, Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (Pantura) Didik Herdiawan, Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandhono, Wakil Menteri Keuangan Suahazil Nazara, Kapolri Jenderal Listyo Sigit dan peserta rapat lainnnya.

Dalam keterangan tertulisnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa rapat tersebut membahas berbagai isu strategis di sektor pertanian, energi, dan infrastruktur.

Seskab Teddy menyampaikan bahwa di sektor pertanian pemerintah akan segera mengambil kebijakan khusus. “Di sektor pertanian, pemerintah akan segera mengambil kebijakan untuk menyelesaikan permasalahan terkait ubi kayu, singkong, dan tapioka, dengan melibatkan pemerintah daerah dan pelaku industri serta memperhatikan kesejahteraan para petani,” ujar Seskab Teddy.

Selain itu, isu energi juga menjadi perhatian Presiden. “Sementara di sektor energi, pembahasan difokuskan pada mekanisme impor etanol dan produksi tetes tebu atau molase serta penyediaan listrik pedesaan dengan tenaga surya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Seskab Teddy mengungkapkan arahan langsung Presiden terkait penyediaan listrik pedesaan. “Presiden memerintahkan Danantara untuk membuat prototipe listrik pedesaan berbasis tenaga surya. Prototipe ini akan dibangun di sejumlah daerah dan ditarget dapat berjalan dalam waktu 3-5 bulan,” ungkapnya.

Sementara itu, agenda pembangunan infrastruktur besar juga dibahas dalam rapat tersebut. “Isu lain yang dibahas adalah mengenai rencana dan pendanaan pembangunan giant sea wall yang akan berdampak pada sekitar 50 juta masyarakat di sekitar pantai utara (Pantura) Jawa,” pungkas Seskab Teddy.(ABIM/BPMI Setpres)