Makassar, Sulawesi Selatan, ABIM (30/10/2021) – Pemerintah Kota Makassar berencana menghadirkan pasar berjalan menggunakan sepeda listrik.
Sebanyak 1000 unit sepeda listrik akan dihadirkan.
Program itu dinamai ‘Tettere’ atau pasar berjalan yang melayani kebutuhan masyarakat.
“Kami akan bikin ‘Tettere’. Itu toko berjalan. Semacam pagandeng, tapi pakai sistem sepeda listrik,” ucap Danny Pomanto kepada awak media belum lama ini.
Program ini direncanakan berjalan tahun 2022 mendatang.
Lanjut Danny, mereka akan berjualan dari lorong ke lorong.
“Jadi misalnya untuk sayur, akan dihadang di perbatasan atau diambil langsung dari sumbernya. Selanjutnya, didistribusikan dari lorong ke lorong melalui Tettere’,” jelasnya.
Program ini direncanakan berjalan tahun 2022 mendatang.
Lanjut Danny, mereka akan berjualan dari lorong ke lorong.
“Jadi misalnya untuk sayur, akan dihadang di perbatasan atau diambil langsung dari sumbernya. Selanjutnya, didistribusikan dari lorong ke lorong melalui Tettere’,” jelasnya.
Program ini diyakini bisa membantu pemulihan ekonomi di masa pandemi.
Tettere juga diharapkan bisa mencegah monopoli harga dan barang di kalangan pelaku usaha.
Danny menegaskan program ini tidak akan mematikan pasar-pasar ritel.
Sebelumnya, pada Juni 2021 lalu, Danny Pomanto berkonsultasi dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Wilayah VI terkait ‘Tettere’.
Selain ‘Tettere’ Danny Pomanto juga akan menjalankan program Ojol Day di tahun 2022.
Program ini akan menentukan jadwal penggunaan ojek online oleh seluruh masyarakat Makassar.
Jadwalnya sekali dalam sepekan.
Khususnya bagi pegawai Pemkot Makassar.
Mereka harus menggunakan jasa ojol pergi dan pulang kerja.
Program tersebut dalam rangka membantu ekonomi para ojol dimasa pandemi.
Ojol Day juga secara langsung akan mengurangi kepadatan lalu lintas di Makassar. (ABIM)










