/Bawa Diplomasi Budaya di Lawatan Presiden Prabowo, Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon Teken Kesepakatan dengan Menteri Kebudayaan India

Bawa Diplomasi Budaya di Lawatan Presiden Prabowo, Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon Teken Kesepakatan dengan Menteri Kebudayaan India

New Delhi,India, ABIM (28/1/2025) – Menteri Kebudayaan (Menbud) RI Fadli Zon yang ikut serta dalam lawatan Presiden Prabowo Subianto di India, Sabtu (25/1), langsung menggenjot upaya mempererat hubungan bilateral di bidang budaya.

Dalam rangka itu, Indonesia dan India menandatangani Program Pertukaran Budaya (Cultural Exchange Program) yang akan dijalankan mulai 2025 hingga 2028.

Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Fadli Zon dan Menteri Kebudayaan India Shri Gajendra Singh Shekhawat di New Delhi.

“Melalui kesepakatan ini, Indonesia dan India akan melakukan berbagai kerja sama dan kolaborasi di bidang kebudayaan, antara lain pameran budaya serta pameran bersama koleksi museum secara resiprokal,” ujar Fadli Zon.

Menteri yang juga pemerhati budaya itu memerinci kerja sama bidang kebudayaan antara Indonesia dan India mencakup banyak hal, antara lain, bahasa dan sastra, museum, seni visual, seni pertunjukan, sejarah, arkeologi, antropologi, film, hak kekayaan intelektual, serta pengetahuan tradisional dan folklor.

India dan Indonesia juga akan berkolaborasi untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia bidang museologi, konservasi, serta mendongkrak partisipasi pemuda Indonesia dan India dalam berbagai festival, kompetisi maupun pameran seni.

“Di dalamnya termasuk pengembangan kapasitas di bidang produksi film serta pelibatan kedua negara dalam berbagai festival film di masing-masing negara,” imbuh Fadli.

Mantan ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI itu menambahkan berbagai kolaborasi tersebut juga akan mencakup pertukaran pengetahuan dan delegasi di bidang tari tradisional maupun kontemporer, musik, teater, serta seni pertunjukan lainnya yang melibatkan seniman dan budayawan kedua negara.

Hal lain yang tertuang dalam kesepakatan kerja sama bilateral itu ialah kolaborasi di bidang sejarah, arkeologi, antropologi, dan konservasi.

“Indonesia dan India sepakat untuk melakukan pertukaran pakar, penelitian, dan publikasi bersama serta di dalamnya mencakup pelatihan dan kerja sama dalam upaya konservasi cagar budaya,” tambahnya.

Lebih lanjut Fadli menuturkan Indonesia dan India memiliki hubungan sejarah maupun budaya yang panjang sejak abad ke-4 Masehi. Menurut dia, catatan tentang itu bisa dilihat pada pengaruh besar Bahasa Sansekerta di Indonesia dan berbagai candi Hindu maupun Buddha.

“Untuk itu, Kementerian Kebudayaan berupaya untuk mengembangkan kolaborasi dalam upaya pelindungan budaya dan tradisi, serta pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan melalui pelindungan pengetahuan tradisional dan folklor dengan India,” ujar Fadli.

Peraih gelar doktor ilmu sejarah dari Universitas Indonesia (UI) itu juga mengharapkan hubungan budaya yang erat antara RI dengan India akan menjadi landasan bagi kerja sama strategis di bidang lain. Salah satu yang menjadi fokus Fadli ialah repatriasi benda-benda cagar budaya sebagaimana tertuang dalam Kashi Culture Pathway hasil Pertemuan Menteri Kebudayaan G20 di India pada 2023.

“Kementerian Kebudayaan mendukung berbagai upaya seperti penelitian dan kajian bersama dengan pihak India tentang pentingnya repatriasi benda budaya, serta menyambut baik dialog inklusif tentang upaya pengembalian benda-benda budaya guna mempererat hubungan diplomatik antar negara,” katanya.

Fadli meyakini kerja sama erat di bidang kebudayaan tersebut akan terus berkembang. Wakil ketua DPR RI periode 2014-2019 itu meyakini diplomasi budaya bisa menjadi cara jitu mempererat hubungan antar-negara.

“Dengan terjalinnya kerja sama kebudayaan ini, kita berharap hubungan bilateral Indonesia dan India akan terus berkembang sebagai dua negara dengan warisan budaya yang kaya, serta menjadi contoh bagi negara lain dalam memperkuat ikatan sejarah dan diplomasi budaya yang erat,” tutur Fadli. (ABIM)