/Otorita IKN Tawarkan Skema KPBU Untuk Proyek Hunian Rp 31 Trilyun

Otorita IKN Tawarkan Skema KPBU Untuk Proyek Hunian Rp 31 Trilyun

Nusantara, ABIM (8/3/2025) – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menawarkan peluang investasi melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) untuk proyek pembangunan rumah tapak dan rumah susun di Kota Nusantara. Total investasi yang dibutuhkan dalam proyek ini mencapai Rp 31 triliun.

Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi OIKN, Agung Wicaksono, mengungkapkan bahwa pihaknya terus mendorong keterlibatan swasta dalam pembangunan ibu kota baru Indonesia. “Investasi swasta langsung dan melalui skema KPBU terus didorong untuk membangun Kota Nusantara,” ujarnya di Sepaku, Penajam Paser Utara, Senin (3/3).

Pada tahun ini, OIKN menargetkan pembangunan 129 rumah tapak serta 97 menara rumah susun di ibu kota baru tersebut. Proyek ini akan dibagi menjadi dua tahap investasi: tahap pertama dengan nilai Rp8 triliun dan tahap kedua sebesar Rp23 triliun. “Ditargetkan transaksi KPBU sektor hunian ini dilakukan paling lambat pada pertengahan tahun ini,” tambahnya.

Selain proyek hunian, pemerintah pusat juga akan melibatkan badan usaha dalam pembangunan infrastruktur lainnya, termasuk perkeretaapian, pengolahan limbah, pengolahan air, serta penyediaan energi terbarukan. Salah satu proyek strategis lainnya yang tengah disiapkan adalah pembangunan terowongan multifungsi sepanjang 138,6 kilometer dengan nilai investasi sekitar Rp70 triliun melalui skema KPBU.

Untuk proyek terowongan ini, OIKN telah memberikan dua surat izin prakarsa (letter to proceed/LTP) kepada perusahaan asal China serta dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yaitu PT Brantas Abipraya (Persero) dan PT Hutama Karya (Persero).

Selain investasi melalui skema KPBU, Kota Nusantara juga telah menarik investasi swasta langsung. Pada tahun ini, proyek bangunan multifungsi (mixed-use building), termasuk perkantoran, hotel, dan kampus, telah menarik investasi senilai Rp 1,25 triliun. Beberapa perusahaan yang telah menandatangani kesepakatan investasi dan siap memulai pengerjaan proyek di antaranya PT Balikpapan Ready Mix Nusantara, PT Berkah Bersinar Abadi, PT Brantas Abipraya (Persero), PT Puri Persada Lampung, serta Universitas Negeri Surabaya.

Secara keseluruhan, dalam kurun waktu 2023–2024, Kota Nusantara telah mencatatkan investasi sebesar Rp58,4 triliun, dengan delapan kali peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya berbagai proyek pembangunan.

Dengan terus meningkatnya minat investor dan skema KPBU yang ditawarkan, OIKN optimistis pembangunan Kota Nusantara akan berjalan sesuai rencana dan menjadi pusat ekonomi baru di Indonesia.(ABIM)