Mamasa, Sulawesi Barat, ABIM (1/4/2025) – Di tengah semarak bulan suci Ramadan 1446 H, Pesantren Tinggi Khatamun Nabiyyin Jakarta yang sudah dikenal kreatif dan inovatif dalam membuat gebrakan program-program menarik dan inspiratif, kembali menggelar program tahunan “Safari Dakwah Khatamun Nabiyyin”.
Program ini merupakan wujud nyata pengabdian dan tanggung jawab dakwah lembaga pendidikan Islam tersebut kepada masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah pelosok Mamasa tepatnya Desa Uhaidao/ Dusun Salukero. Program dakwah yang dijalankan oleh para da’i Khatamun Nabiyyin tidak terbatas pada satu program atau kalangan tertentu, melainkan menyentuh seluruh lapisan masyarakat dengan beragam program dakwah yang menarik dan efisien.
Sebanyak puluhan mahasantri pilihan diterjunkan sebagai da’i dan da’iyah ke berbagai pelosok negeri, membawa misi mulia untuk menyebarkan ilmu agama, membimbing umat, dan menghidupkan syiar Islam yang Rahmatan Lil ‘Alamin.
Tahun ini, para Da’i dan Dai,iyah muda tersebut menyebar ke delapan wilayah, yaitu Pare-pare, Sidrap, Wajo, Lampung, Gowa, Tosora, Mamasa, dan Jakarta. Mereka dituntut untuk aktif berdakwah setiap hari, siang dan malam, serta melaporkan kegiatan harian mereka kepada pembina Khatamun Nabiyyin.
Safari dakwah Mamasa berlangsung selama bulan Ramadan, dengan fokus pada pembangunan infrastruktur dakwah yang berkelanjutan di setiap titik dakwah.
Setiap wilayah memiliki karakteristik dan tantangan dakwah yang unik. Namun, semangat juang para Dai dan Da’iyah Khatamun Nabiyyin tidak surut. Mereka berupaya maksimal untuk memberikan pemahaman agama yang benar dan relevan dengan konteks lokal.
Muballigh Mamasa selama 1 bulan Ramadhan, menurut ustadz Zulkarnain dan Hadi, salah satu da’i yang ditugaskan di Mamasa/Desa Uhaidao/Dusun Salukero, dengan melihat kondisi setempat.
Para da’i Mamasa tidak hanya berceramah di masjid dan mengisi kegiatan-kegiatan mesjid pada bulan ramadhan, bahkan menyatu dengan masyarakat dengan ikut membantu dalam pembangunan lapangan halal bil halal dan melatih skill anak-anak Salukero yang ikut lomba halal bil halal.
Dengan demikian Para Da’i juga, memberikan pengajaran tentang Islam kepada berbagai macam lapisan masyarakat seperti; mengajar mengaji dan bahasa Arab pada tingkatan anak-anak, kajian Islam (logika, Aqidah dan Fiqih) dan kultum shubuh pada tingkatan umum.
Bahkan juga, merintis struktur remaja mesjid untuk terorganisirnya sebuah kegiatan Salukero Setelah terbentuknya remaja mesjid. pemuda-pemudi yang masuk struktur remaja mesjid dengan berusaha mengadakan program kerja untuk kebutuhan masyarakat setempat. Alhasil, muballigh Mamasa lebih menekankan kepada keberlanjutan dakwah agar dakwah tidak hanya berhenti masa satu bulan saja, akan tetapi lebih mengorganisirkan dan bimbingan masyarakat berlanjut.
Safari Dakwah Khatamun Nabiyyin bukan sekadar program rutin. Ini adalah perjalanan spiritual yang penuh dengan perjuangan, pengorbanan, dan pembelajaran. Para da’i tidak hanya menyampaikan ilmu, tetapi juga belajar memahami realitas kehidupan masyarakat di pelosok negeri.
“Kami menyaksikan sendiri bagaimana Islam tumbuh dan berkembang di berbagai daerah, dengan segala dinamika dan tantangannya,” ujar Ustaz Firman salah satu koordinator lapangan.
Khatamun Nabiyyin berharap, upaya yang telah dilakukan dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat. Lembaga pendidikan ini juga berharap, masyarakat yang telah mendapatkan bimbingan dapat menjadi agen perubahan di daerah masing-masing, meneruskan estafet dakwah.
“Semoga Allah SWT Meridai setiap langkah yang kami ambil. Semoga syiar Islam yang penuh cinta terus berkumandang di seluruh penjuru Nusantara,” pungkas Ustadz Hadi dan Zulkarnaim.
Program Safari Dakwah Khatamun Nabiyyin 1446 H ini menjadi bukti nyata komitmen Pesantren Tinggi Khatamun Nabiyyin dalam berkontribusi bagi kemajuan bangsa, melalui penyebaran nilai-nilai Islam yang Rahmatan Lil ‘Alamin.(ABIM)




