/Safari Dakwah Khatamun Nabiyyin 1446 H Di Parepare: Membangun Umat, Menghidupkan Syiar Islam

Safari Dakwah Khatamun Nabiyyin 1446 H Di Parepare: Membangun Umat, Menghidupkan Syiar Islam

Parepare, Sulawesi Selatan, ABIM (2/4/2025) –Dalam semarak bulan suci Ramadan 1446 H, Pesantren Tinggi Khatamun Nabiyyin Jakarta kembali menggelar program tahunan “Safari Dakwah Khatamun Nabiyyin.” Program ini adalah bagian dari komitmen pesantren dalam menyebarkan dakwah dan memberikan pembinaan keagamaan bagi masyarakat, terutama di daerah pelosok. Dengan pendekatan yang inovatif dan inklusif, program ini bertujuan untuk menjangkau berbagai lapisan masyarakat dan memperkuat syiar Islam.

Sebagai bagian dari kegiatan ini, puluhan mahasantri terbaik dikerahkan ke berbagai daerah untuk berdakwah dan membimbing umat. Misi mereka tidak hanya menyampaikan ajaran Islam, tetapi juga menghidupkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin dalam kehidupan sehari-hari. Tahun ini, Safari Dakwah menjangkau delapan wilayah, yaitu Pare-pare, Sidrap, Wajo, Lampung, Gowa, Tosora, Mamasa, dan Jakarta. Selama tiga bulan penuh, para dai dan daiyah ini berkomitmen untuk berdakwah, membangun infrastruktur dakwah, serta melaporkan perkembangan kegiatan mereka kepada pembina pesantren.

Dakwah di Pare-Pare: Membangkitkan Kembali Syiar Islam

Di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, para dai dan daiyah disambut dengan hangat oleh masyarakat. Mereka tinggal bersama keluarga lokal yang penuh kebaikan, yang membantu mereka dalam menjalankan misi dakwah. Kegiatan pengabdian melibatkan berbagai kelompok masyarakat, dari anak-anak hingga orang tua. Salah satu fokus utama mereka adalah menghidupkan kembali Masjid Ar Ridha yang telah lama terbengkalai. Dengan memanfaatkan masjid ini, mereka menyelenggarakan berbagai program seperti pendirian Madrasah Diniyyah bagi anak-anak, pengajaran ilmu Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ), tajwid, sejarah Islam, akidah, akhlak, serta bahasa Arab.

Selain kegiatan pengajaran, Safari Dakwah di Pare-Pare juga melibatkan berbagai aktivitas keislaman lainnya, seperti pesantren kilat, kuis islami, perlombaan dengan hadiah menarik, tadarus bersama, serta buka puasa bersama anak-anak setempat. Malam-malam Ramadan pun dihidupkan dengan penuh kekhusyukan melalui ibadah Lailatul Qadar bersama jamaah masjid. Para dai dan daiyah juga mengisi ceramah sebelum salat tarawih di Masjid Al Bahnar, serta mengadakan seminar dan diskusi ilmiah di kampus STKIP DDI Pinrang guna memperkaya wawasan keislaman mahasiswa.

Menyebarkan Dakwah yang Berkelanjutan

Program Safari Dakwah ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi merupakan perjalanan spiritual yang penuh tantangan, pengorbanan, dan pembelajaran. Para dai dan daiyah tidak hanya menyampaikan ilmu agama, tetapi juga belajar memahami kondisi sosial masyarakat di berbagai daerah. Ustaz AlQuds, salah satu koordinator lapangan, menyampaikan bahwa pengalaman ini membuka mata mereka tentang perkembangan Islam di berbagai wilayah dengan segala dinamika yang menyertainya.

Pesantren Tinggi Khatamun Nabiyyin berharap program ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan. Diharapkan, masyarakat yang telah mendapatkan bimbingan dapat menjadi agen perubahan yang meneruskan estafet dakwah di daerah masing-masing. Seperti yang diungkapkan oleh Ustaz Akhyar, “Semoga setiap langkah kami diridai oleh Allah SWT, dan cahaya Islam terus bersinar di seluruh pelosok negeri.”

Program Safari Dakwah Khatamun Nabiyyin 1447 H menjadi bukti nyata komitmen pesantren dalam membangun bangsa melalui penyebaran nilai-nilai Islam yang membawa rahmat bagi seluruh umat manusia.(ABIM)