Garut,Jawa Barat, ABIM (26/9/2025) – Sebuah langkah kecil dan inspiratif dilakukan oleh Tim Pengabdian pada Masyarakat ISBI Bandung pada Komunitas Kreatif Laksminingrat di RW 13, Desa Tanjung Kamuning, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut. Kegiatan PKM yang dilaksanakan adalah Pelatihan membuat pola dan teknik menjahit yang diadakan selama empat bulan ini menjadi angin segar bagi ibu-ibu rumah tangga untuk meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang ekonomi baru. Kegiatan ini mendapat dukungan pendanaan dari LPPM ISBI Bandung.
Kegiatan pelatihan ini bertujuan membekali para peserta dengan kemampuan membuat Pola dan menjahit pakaian, mulai dari mendesain, mengukur tubuh, membuat pola, hingga proses menjahit dan finishing. Dengan keterampilan ini, para ibu rumah tangga tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan sandang keluarga, tetapi juga dapat menghasilkan produk bernilai ekonomi. Harapannya adalah setelah kegiatan PKM ini selesai dilaksanakan, peserta dapat melanjutkan kegiatan membuat aneka jenis kreasi seperti seperti sprei, sarung bantal, gorden, hingga busana pesta.
Langkah Nyata Pemberdayaan
Pelatihan ini digagas oleh Dr. Sukmawati Saleh, S.Pd., M.Si., dosen Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, bersama Suharno, S.Sn., M.Sn., dan mahasiswa dari Prodi D4 Tata Rias dan Busana Fakultas Seni Rupa dan Desain. Biaya kegiatan ini 100 didanai oleh Dana DIPA yang dikelola oleh LPPM ISBI Bandung. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan pendampingan intensif, memastikan setiap peserta memahami materi secara mendalam dan mampu mempraktikkannya dengan baik.
“Pelatihan ini bukan hanya soal keterampilan, tetapi juga pemberdayaan. Kami ingin ibu-ibu rumah tangga di sini memiliki kemandirian ekonomi untuk meningkatkan kualitas hidup mereka,” ujar Dr. Sukmawati dalam sesi wawancara.
Selama pelatihan, peserta diajarkan berbagai teknik mulai dari desain pakaian, pengukuran, pembuatan pola, hingga menjahit dan menyelesaikan produk. Hasilnya, para ibu rumah tangga kini mampu membuat pakaian rancangan mereka sendiri, bahkan siap memproduksi berbagai kebutuhan rumah tangga secara mandiri.
Tantangan Utama: Membagi Waktu untuk Keluarga dan Pelatihan
Sebagai ibu rumah tangga, salah satu tantangan besar yang dihadapi para peserta adalah membagi waktu antara keluarga dan pelatihan. Banyak dari mereka yang harus mengelola rumah tangga, mengurus anak, dan menyelesaikan tugas harian, sehingga membutuhkan komitmen ekstra untuk mengikuti pelatihan secara konsisten.
“Awalnya sulit untuk menyesuaikan jadwal karena saya harus memasak, mengurus anak-anak, dan rumah. Tetapi dengan dukungan keluarga, saya bisa menjalani pelatihan ini. Sekarang, hasilnya sangat memuaskan,” ujar Ibu Tety(48 tahun), salah satu peserta.
Bu Yeti Rohmawati (41 tahun) yang merupakan Ketua Komunitas Lasminingrat mengungkapkan ucapan syukur atas terselenggaranya kegiatan ini “ terimakasih buat Tim PKM dari ISBI Bandung, saya bersyukur bisa mendampingi Ibu-Ibu melaksanakan kegiatan ini dann sekaligus menjadi peserta” semoga kegiatan ini bisa berkelanjuta. Tak lupa bu Yeti mengucapkan terimakasih atas bantuan satu Unit mesin jahit yang diberikan untuk Komunitas yang merupakan bagian dari kegiatan PKM ini.
Untuk mengatasi tantangan ini, Tim memberikan jadwal pelatihan yang fleksibel, sehingga para peserta tetap dapat menjalankan tanggung jawab mereka di rumah tanpa harus merasa terbebani. Selain itu, dukungan dari keluarga peserta menjadi salah satu faktor penting yang mendorong keberhasilan pelatihan ini.
Dukungan Berkelanjutan dari ISBI Bandung
Pelatihan ini tidak hanya berhenti pada pemberian keterampilan dasar, tetapi juga mendapat dukungan berkelanjutan dari Prodi D4 Tata Rias dan Busana Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISBI Bandung. Suharno, S.Sn., M.Sn., selaku Ketua Prodi, menyatakan bahwa komunitas ini akan dijadikan sebagai komunitas binaan sekaligus laboratorium UMKM.
“Komunitas Kreatif Laksminingrat akan menjadi komunitas binaan kami. Kami siap memberikan pendampingan berkelanjutan, baik dalam pengembangan desain, inovasi produk, hingga pengelolaan usaha kecil. Ini adalah langkah nyata untuk menjadikan mereka lebih mandiri secara ekonomi,” ujar Suharno.
Dengan dukungan ini, para peserta tidak hanya akan terus mendapatkan pembinaan, tetapi juga peluang untuk menjalin kerja sama dengan mahasiswa ISBI Bandung yang dapat membantu meningkatkan kualitas produk dan pemasaran.
Kesan Peserta: Dari Awal Takut Hingga Percaya Diri
Salah satu peserta, Ibu Euis (67 tahun), merupakan peserta yang paling tua namun memiliki semangat yang luar biasa mengungkapkan rasa syukurnya mengikuti pelatihan ini “Ibu bahagia sekali bisa ikut kegiatan ini, dulu tahun 79 pernah belajar menjahit tp sudah lupa lagi. Dengan adanya kegiatan ini Ibu bisa belajar kembali membuat Pola, menggunting dan menjahit baju”.(ABIM)














