/Menteri Investasi Dan CEO Danantara Rosan Roeslani : Investasi RI Capai Rp498,8 Triliun di Kuartal I 2026, Serap 706 Ribu Tenaga Kerja

Menteri Investasi Dan CEO Danantara Rosan Roeslani : Investasi RI Capai Rp498,8 Triliun di Kuartal I 2026, Serap 706 Ribu Tenaga Kerja

Jakarta, ABIM (3/5/2026) – Kementerian Investasi/BKPM mencatat realisasi investasi Indonesia pada Triwulan I 2026 sebesar Rp498,8 triliun atau tumbuh 7,2 persen secara tahunan, dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 706.569 orang.

Menteri Investasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, menyebut capaian tersebut setara 24,4 persen dari target investasi nasional tahun 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun.

Secara kuartalan, realisasi investasi juga meningkat 0,4 persen dibanding Triwulan IV 2025.

PMA dan PMDN Berimbang

Realisasi investasi pada awal 2026 didominasi oleh Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp250,0 triliun atau 50,1 persen, sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp248,8 triliun atau 49,9 persen.

Keduanya mencatat pertumbuhan masing-masing 8,5 persen dan 6,0 persen secara tahunan.

Selain itu, distribusi investasi antara wilayah Jawa dan luar Jawa juga relatif seimbang, masing-masing sebesar Rp247,5 triliun dan Rp251,3 triliun.

Sektor Logam Dominasi Investasi

Sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya menjadi penyumbang terbesar investasi dengan nilai Rp69,4 triliun.

Disusul sektor jasa lainnya Rp64,2 triliun, pertambangan Rp51,9 triliun, perumahan dan kawasan industri Rp48,0 triliun, serta transportasi dan telekomunikasi Rp45,4 triliun.

“Target investasi pada 2026 adalah Rp2.041,3 triliun,” kata Rosan.

Hilirisasi Berkontribusi Signifikan

Investasi di sektor hilirisasi tercatat sebesar Rp147,5 triliun atau 29,6 persen dari total realisasi Triwulan I 2026.

“Capaian investasi yang berhubungan dengan hilirisasi cukup signifikan, meningkat 8,2 persen dibanding periode yang sama tahun lalu,” ujar Rosan.

Pemerintah menilai capaian ini menunjukkan konsistensi dalam mendorong industrialisasi dan penguatan nilai tambah sumber daya domestik.(ABIM)