Jakarta, ABIM (19/9/2025) – Pemerintah terus melakukan pembenahan untuk memacu iklim investasi di Tanah Air. Dengan iklim investasi yang kondusif maka akan memberikan penguatan daya saing dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani mengatakan kepercayaan investor dan mitra kerja sama internasional harus senantiasa dijaga. Karena menjadi fondasi utama dalam membangun stabilitas dan keberlanjutan investasi. Oleh karena itu, berbagai fenomena yang berpotensi mengganggu dan menimbulkan persepsi ketidakpastian terhadap stabilitas politik, keamanan, dan kepastian hukum harus diminimalisir.
“Untuk itu investasi yang sudah dan sedang berjalan dilakukan proteksi investasi. Selain itu, agar investor berminat maka kepercayaan investor menjadi penting. Saat ini, kondisi investasi Indonesia masih terjaga dengan baik. Investasi mengalami peningkatan.” ucap Rosan dalam siaran pers yang diterima pada Selasa (16/9/2025).
Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM realisasi investasi pada triwulan II 2025 mencapai Rp 477,7 triliun atau meningkat 11,5% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Dengan tambahan tersebut, total realisasi investasi semester I 2025 telah mencapai Rp 942,9 triliun, tumbuh 13,6% dibandingkan semester I 2024. Angka ini setara 49,5% dari target tahun 2025 sebesar Rp1.905,6 triliun. Capaian ini menunjukkan bahwa kepercayaan investor terhadap Indonesia tetap kuat, sekaligus menegaskan kemampuan pemerintah dalam menjaga iklim investasi.
“Momentum positif tersebut perlu terus dipertahankan agar Indonesia dapat menarik lebih banyak investasi berkualitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” kata dia.(ABIM)










