/Menteri Investasi Dan CEO Danantara Rosan Roeslani : Investasi Prancis Di RI Capai Rp 57 Triliun

Menteri Investasi Dan CEO Danantara Rosan Roeslani : Investasi Prancis Di RI Capai Rp 57 Triliun

Paris, Prancis, ABIM (2/6/2026) – Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO BPI Danantara Rosan Roeslani menyambut pembentukan France-Indonesia High Level Business Council sebagai langkah strategis untuk memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan Prancis.

Menurut Rosan, forum bisnis tingkat tinggi tersebut akan menjadi motor baru dalam mempercepat realisasi investasi, meningkatkan perdagangan bilateral, sekaligus memperluas kerja sama strategis kedua negara.

“Forum ini tidak hanya menjadi wadah dialog antara pelaku usaha, tetapi juga menjadi mesin penggerak untuk mendorong investasi, perdagangan, dan kerja sama strategis yang memberikan manfaat nyata bagi kedua negara,” ujar Rosan dalam keterangannya, Jumat (29/5/2026).

Peluncuran dewan bisnis tersebut dilakukan pada Kamis (28/5/2026) di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Forum ini mempertemukan 30 pimpinan industri dan perusahaan besar dari Indonesia serta Prancis dengan total kapitalisasi pasar gabungan mencapai US$ 1,3 triliun.

Dewan bisnis tersebut dipimpin bersama oleh Chair France-Indonesia Business Council MEDEF International yang juga CEO Danone, Antoine de Saint-Affrique, serta Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie.

Rosan mengungkapkan, momentum pembentukan forum bisnis ini juga menghasilkan empat kesepakatan komersial baru senilai US$ 3,5 miliar atau sekitar Rp 57 triliun. Kesepakatan tersebut difokuskan pada sektor ketahanan energi, perdagangan, dan kerja sama pertahanan.

“Kepercayaan dunia usaha Prancis terhadap Indonesia terus meningkat. Kesepakatan yang tercapai menunjukkan Indonesia dipandang sebagai mitra strategis yang memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang dan iklim investasi yang semakin kompetitif,” kata Rosan.

Ia menambahkan, dewan bisnis ini nantinya juga berperan mengawal implementasi berbagai nota kesepahaman (MoU) dan komitmen investasi yang telah disepakati sebelumnya.

Dalam kunjungan kenegaraan Presiden Macron ke Indonesia pada Mei 2025, tercatat sebanyak 27 MoU ditandatangani dengan nilai lebih dari US$ 11 miliar. “Yang tidak kalah penting adalah memastikan seluruh komitmen tersebut dapat direalisasikan. Terkait hal itu, forum ini akan menjadi sarana untuk mengidentifikasi hambatan, mempercepat penyelesaian berbagai kendala, dan memastikan investasi berjalan optimal,” tegas Rosan.

Dewan Bisnis Indonesia-Prancis menargetkan nilai perdagangan kedua negara dapat meningkat hingga tiga kali lipat pada 2035. Melalui dukungan pemerintah Indonesia dan Prancis, Kadin Indonesia bersama MEDEF International akan terus memperkuat koridor ekonomi bilateral guna membuka peluang kerja sama baru di berbagai sektor strategis.

“Kami optimistis hubungan ekonomi Indonesia dan Prancis akan semakin kuat. Kolaborasi pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan, membuka lapangan kerja, dan memperkuat daya saing kedua negara di tengah dinamika ekonomi global,” pungkas Rosan.(ABIM)