Makassar, Sulawesi Selatan, ABIM (5/10/2024) – Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan nomor urut 1, Danny Pomanto dan Azhar Arsyad (DiA), memberikan dukungan penuh atas sikap tegas Kapolda Sulsel Irjen Pol Yudhiawan Wibisono terkait netralitas Polri dalam Pilkada 2024. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara pasangan Danny-Azhar, Asri Tadda, pada Sabtu (05/10), di Makassar.
“Kami sangat mengapresiasi ketegasan Pak Kapolda Sulsel mengenai pentingnya netralitas Polri dalam Pilkada. Ini langkah yang tepat untuk menjaga agar proses demokrasi berjalan lancar, aman, jujur, dan adil,” ujar Asri kepada awak media.
Asri menambahkan bahwa pihaknya telah menginstruksikan seluruh pendukung Danny-Azhar agar tidak ragu melaporkan jika menemukan ada oknum anggota Polri yang melanggar netralitas.
“Seperti yang sudah disampaikan Pak Kapolda, segera laporkan jika ada anggota Polri yang kedapatan melanggar. Ini tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Untuk memperkuat laporan, Asri mengimbau agar masyarakat yang menemukan pelanggaran netralitas dari oknum aparat mendokumentasikan bukti-bukti berupa foto atau video.
“Rakyat harus berani merekam dan memotret aktivitas aparat yang dicurigai melanggar netralitas. Ini penting sebagai bukti,” jelasnya.
Lebih lanjut, Asri menyebutkan bahwa pihaknya tengah mempertimbangkan pemberian penghargaan kepada siapa saja yang berhasil mendokumentasikan pelanggaran netralitas tersebut.
“Kami sedang mempertimbangkan untuk memberi reward kepada masyarakat yang mendokumentasikan secara jelas pelanggaran netralitas aparat di lapangan. Ini demi menjaga kualitas demokrasi yang kita cita-citakan bersama,” kata Asri.
Sebelumnya, Kapolda Sulsel, Irjen Pol Yudhiawan Wibisono, menegaskan kepada seluruh jajaran Polri di Sulsel untuk menjaga netralitas selama Pilkada berlangsung.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak ragu melaporkan anggota polisi yang terlibat politik praktis.
“Polisi yang tidak netral sangat berbahaya karena mereka bertanggung jawab mengamankan jalannya pemilu. Kalau ada yang tidak netral, silakan laporkan,” tegas Irjen Pol Yudhiawan dalam pertemuan di kantor KPU Sulsel, Kamis (03/10).
Kapolda juga memperingatkan bahwa tidak akan ada toleransi bagi anggota yang terlibat dalam tindak pidana pemilu, termasuk mereka yang berada di daerah dan memiliki hubungan dengan pasangan calon.
“Jika terbukti melanggar, pasti akan kami tindak tegas,” tambahnya.
Pernyataan Kapolda ini mendapat respons positif dari berbagai pihak, termasuk pasangan Danny-Azhar, yang berkomitmen untuk menjaga Pilkada Sulsel tetap berlangsung secara bersih dan adil.(ABIM)










