Bogor, Jawa Barat, ABIM (13/6/2025) – Presiden Prabowo Subianto meresmikan Kampus Bhinneka Tunggal Ika Universitas Pertahanan (Unhan) di Komplek Universitas Pertahanan, Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Rabu, 11 Juni 2025. Peresmian ini menunjukkan komitmen dalam memperkuat pendidikan tinggi pertahanan yang inklusif, modern, dan berwawasan kebangsaan.
Ketibaan Presiden di Komplek Unhan disambut dengan pasukan jajar kehormatan dan drumben Unhan di sepanjang jalur menuju lokasi peresmian. Sebelum memulai acara peresmian, Presiden terlebih dahulu menerima laporan dari perwira upacara.
Acara peresmian pun dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan bangsa. Selanjutnya, penayangan video yang memperlihatkan proses perencanaan hingga rampungnya pengembangan kampus yang dibangun di atas lahan seluas 18,3 hektare.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan penghargaan tinggi kepada para pendiri Universitas Pertahanan, salah satunya Presiden Ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kepala Negara menyampaikan bahwa Presiden SBY bersama para pendiri lainnya memiliki visi panjang ke depan dalam merintis lembaga pendidikan yang dapat memajukan bangsa.
“Presiden kita ke-6, Pak SBY yang memiliki visi yang jauh ke depan. Tindakan beliau sebagai Presiden antara lain adalah memikirkan kader-kader bangsa untuk masa depan. Dan karena itulah saya kira kita bersyukur dan kita berbangga bahwa hari ini, peresmian ini dihadiri oleh beliau yang merintis dan mendirikan lembaga ini,” ujar Presiden.
Sementara itu, Presiden Ke-6 RI, SBY menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo atas keberlanjutan pengembangan Unhan. SBY pun meyakini bahwa Unhan tidak hanya akan melahirkan patriot bangsa baru, tetapi juga para pemikir dan ahli strategi yang menguasai perkembangan global.
“Karena kehadiran dari kampus ini dengan semangat dan energi yang baru, insyaallah sekali lagi Indonesia menjadi bagian dari solusi dan punya andil untuk menjaga ketertiban dunia sesuai dengan amanah konstitusi,” kata SBY.
Turut hadir dalam peresmian tersebut yakni para delegasi dari negara sahabat, para menteri dan wakil menteri diantaranya Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi Dan Pemasyarakatan Yusril Izha Mahendra, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur Dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Pertahanan Syafrie Sjamsuddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pekerjaan Umum Doddy Hanggodo, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri P2MI Abdul Kadir Karding, Menteri Ekonomi Kreatif Tengku Rifky Harsyah, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Sekretaris Kabinet Teddy Indrawijaya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin serta para kepala lembaga Kabinet Merah Putih, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, para rektor perguruan tinggi negeri dan swasta, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dan para kadet Universitas Pertahanan.(ABIM/BPMI Setpres)










