/Kepala Brin Laksana Tri Handoko : BRIN–Brasil Perkuat Diplomasi Sains, Tandatangani MoU untuk Inovasi Masa Depan

Kepala Brin Laksana Tri Handoko : BRIN–Brasil Perkuat Diplomasi Sains, Tandatangani MoU untuk Inovasi Masa Depan

Jakarta, ABIM (26/10/2025) – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) turut menandatangani salah satu dari delapan nota kesepahaman (MoU) antara Indonesia dan Brasil pada Kamis (23/10) di Istana Merdeka. Penandatanganan nota kesepahaman tersebut disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Luiz Inácio Lula da Silva, menandai langkah strategis dalam kerja sama riset, teknologi dan inovasi antar kedua negara.

MoU yang ditandatangani oleh BRIN dan Kementerian Sains, Teknologi dan Inovasi Brasil menitikberatkan pada kolaborasi penelitian, pengembangan teknologi, dan pertukaran sumber daya manusia. Kerja sama ini menjadi salah satu sektor utama dari delapan kesepakatan bilateral Indonesia – Brazil.

Dalam sambutannya, Prabowo menekankan bahwa kunjungan kenegaraan Presiden Brasil ke Indonesia serta kesepakatan hari ini mempererat kemitraan strategis di berbagai bidang, termasuk riset dan inovasi. “Kunjungan kenegaraan kita berdua adalah bukti bahwa hubungan persahabatan antara kedua negara kita semakin erat dan itulah yang kita inginkan untuk mempererat hubungan persahabatan dan lebih penting kerja sama di segala bidang,” ujar Prabowo.

MoU bidang riset dan inovasi antara Indonesia dan Brasil menjadi bentuk nyata dukungan dalam rangka memperluas jejaring ilmiah, perguruan tinggi, dan lembaga penelitian di kedua negara. Berbagai bidang yang menjadi fokus kerjasama antara lain biodiversitas, perubahan iklim, teknologi keantariksaan dan energi bersih. Kerjasama ini diharapkan mampu memunculkan inovasi aplikasi nyata untuk pembangunan nasional.

Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko usai menandatangani MOU menyampaikan bahwa kerja sama antara kedua negara ini dapat memperkuat posisi Indonesia di bidang riset dan inovasi di kancah global. “Dengan kerja sama ini diharapkan semakin menambah kemitraan pada lingkup riset dan inovasi dalam mendukung peningkatan ekosistem riset dan inovasi di Indonesia,” ujar Handoko.

Handoko menegaskan, kerja sama riset lintas negara bukan hanya soal pertukaran data, tetapi soal penguatan kapasitas nasional, hilirisasi teknologi, dan pengembangan inovasi yang berdampak bagi masyarakat. Skema yang dibuat mencakup riset antar institusi, mobilitas periset, hingga akselerasi teknologi.

Menurutnya, Indonesia kini memasuki era baru diplomasi sains, di mana riset dan inovasi menjadi instrumen strategis dalam memperkuat kedaulatan teknologi dan pengembangan nasional. Ia menegaskan bahwa kerja sama dengan Brasil akan membuka peluang untuk riset bersama terutama pada bidang-bidang yang telah disepakati dalam MoU.

Dengan penandatanganan MoU ini, Indonesia dan Brasil menegaskan bahwa kerja sama riset dan inovasi bukan sekadar hubungan bilateral biasa, tetapi bagian dari strategi nasional untuk memperkuat posisi sebagai pusat riset kawasan dan global. BRIN sebagai lembaga riset nasional pun menegaskan komitmennya memainkan peranan sentral dalam agenda ini. (ABIM)