/BPOM Gelar Halal Bihalal 2026, Kepala BPOM Taruna Ikrar Tekankan Integritas dan Penguatan Kinerja

BPOM Gelar Halal Bihalal 2026, Kepala BPOM Taruna Ikrar Tekankan Integritas dan Penguatan Kinerja

Jakarta, ABIM (9/4/2026) – BPOM menggelar acara Halalbihalal dalam rangka Idulfitri 1447 H/2026 M di Aula Gedung Bhineka Tunggal Ika pada Selasa (7/4/2026). Turut hadir dalam momen tersebut beberapa Kepala BPOM periode tahun-tahun sebelumnya yaitu Lucky S. Slamet, Kustantinah, Roy Sparinga, dan Plt. Kepala BPOM 2023–2024 sekaligus Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan, Kementerian Kesehatan, Lucia Rizka Andalusia. Hadir juga Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) BPOM Elfi Taruna Ikrar, jajaran pimpinan, pegawai, dan purnabakti BPOM, halhalserta tamu undangan yang mengikuti secara luring maupun daring.

Acara dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Quran serta sari tilawah dari Q.S. Al-Imran ayat 133–134 dan Q.S. Al-Hujurat ayat 10. Ayat-ayat tersebut menyebutkan tentang keutamaan saling memaafkan kesalahan orang lain, yang juga menjadi sikap dari orang-orang yang bertakwa.

Kepala BPOM Taruna Ikrar, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa halalbihalal bukan sekadar seremoni saling memaafkan, tetapi juga momentum untuk mempererat kebersamaan dan memperkuat sinergi di lingkungan BPOM. “Organisasi yang sehat dimulai dari hati yang bersih. Hubungan yang harmonis antarindividu akan mendorong kinerja pelayanan yang lebih optimal dan efektif,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa silaturahmi ini adalah kekuatan utama BPOM. Silaturahim bisa melahirkan kepercayaan, kolaborasi, dan semangat untuk terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Taruna juga mengapresiasi seluruh jajaran BPOM atas dedikasi dan kerja keras, khususnya dalam mengawal intensifikasi pengawasan obat dan makanan selama Ramadan dan hari raya.

Taruna Ikrar kemudian menyoroti isu tantangan global yang berdampak pada dinamika nasional. Ia menegaskan pentingnya kesiapan aparatur sipil negara (ASN), termasuk BPOM, untuk bersikap bijak dan efisien dalam penggunaan sumber daya, tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh insan BPOM untuk mengaktualisasikan nilai-nilai organisasi yang dirangkum dalam semangat “Menjulang, Membumi, dan Mengakar”. Bagi beliau, Menjulang berarti terus meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan hingga diakui di tingkat nasional dan internasional. Membumi mencerminkan kedekatan dengan masyarakat serta responsivitas dalam menjamin keamanan dan mutu obat dan makanan. Mengakar menekankan pentingnya integritas, profesionalisme, dan dedikasi di seluruh lini organisasi, dari pusat hingga daerah.

Menurutnya, semangat Idulfitri harus dimaknai sebagai upaya kembali ke fitrah sebagai pelayan publik, dengan komitmen melindungi kesehatan masyarakat sekaligus mendukung kemudahan berusaha. “Dengan semangat ini, kita harus terus memperkuat pengawasan obat dan makanan secara efektif guna membangun kemandirian dan ketahanan bangsa,” tutupnya.

Acara dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustaz Salahuddin Ayyub Fakhruddin mengenai sejarah singkat istilah halalbihalal. Kemudian, Ia menyebut bahwa kehadirannya dalam acara ini karena Ia merasakan adanya “kedekatan” dengan BPOM. Ia juga menyampaikan harapan agar jajaran BPOM dapat tetap istiqamah dalam menjalankan tugas dan fungsinya, sekalipun tugas pengawasan obat dan makanan bukan tugas yang mudah.

Mengakhiri halalbihalal hari ini, Kepala BPOM beserta jajaran pimpinan dan purnabakti BPOM serta undangan yang hadir luring saling memaafkan dengan bersalam-salaman. Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh jajaran BPOM dapat memulai kembali lembaran baru untuk bekerja sama memberikan kinerja terbaiknya dalam mengawal keamanan obat dan makanan bagi masyarakat Indonesia. (ABIM)