/Orasi Ilmiah di i3L, Kepala BPOM Taruna Ikrar Serukan Kolaborasi Penelitian dan Regulasi untuk Bangun Ekosistem Inovasi Kesehatan

Orasi Ilmiah di i3L, Kepala BPOM Taruna Ikrar Serukan Kolaborasi Penelitian dan Regulasi untuk Bangun Ekosistem Inovasi Kesehatan

Jakarta, ABIM (1/12/2025) – “BPOM mengandalkan lulusan terbaik bangsa yang dapat membantu memperkuat pengawasan regulasi obat dan makanan di Indonesia. Dengan peningkatan kapasitas regulasi, BPOM membantu mengurangi beban ekonomi akibat penyakit, mendukung kesiapsiagaan pandemi, dan meningkatkan kemampuan Indonesia untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.”

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala BPOM Taruna Ikrar melalui orasi ilmiah dengan tema “The Role of Academia in Strengthening the Regulatory System to Support Health Innovation” pada acara Wisuda Indonesia International Institute for Life Sciences (i3L), Sabtu (29/11/2025). Dengan rasa bangga, Taruna Ikrar mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang hadir. Orasi ini juga disaksikan langsung oleh Rektor i3l Katherine, Wakil Rektor II Bidang Pemasaran, Riset, dan Inovasi Pietradewi Hartrianti, dan tetamu lainnya.

Taruna Ikrar kemudian menyampaikan dorongannya kepada i3L, sebagai institusi di bawah Grup Kalbe, untuk berkolaborasi erat dengan industri induknya dalam pengembangan produk farmasi. Ia menyebut peluang kolaborasi bagi i3L dalam kerangka academic-business-government (ABG) dapat diperkuat melalui integrasi kurikulum kompetensi berbasis regulasi, keamanan pangan olahan, dan bioteknologi.

“Institusi pendidikan tinggi dapat menggabungkan mata kuliah yang relevan, seperti ilmu regulasi, farmakovigilans, penilaian berbasis risiko, dan sistem manajemen mutu. Selain itu, paparan langsung terhadap proses evaluasi mutu, keamanan, dan efikasi dapat difasilitasi melalui program magang di BPOM,” lanjutnya.

Dalam upaya percepatan pengembangan produk farmasi inovasi di Indonesia, akademisi tidak hanya berperan sebagai pembangkit pengetahuan, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam memastikan inovasi berkelanjutan, kesiapan regulasi, dan kemandirian nasional dalam penelitian dan pengembangan farmasi. Oleh karena itu, keterlibatan aktif universitas dalam model kolaborasi ABG sangat penting untuk membangun lanskap ilmu hayati yang tangguh dan kompetitif bagi Indonesia. Upaya tersebut juga membutuhkan kontribusi lulusan masa depan yang akan memainkan peran kunci di lembaga penelitian dan industri farmasi, memajukan inovasi, serta memperkuat kapasitas ilmiah dan teknologi Indonesia.

Rektor i3L Katherine sepakat dengan konsep tersebut. Ia menyatakan turut berkomitmen untuk terus mendorong lulusan institusi pendidikannya mengembangkan penelitian dan inovasi. Terlebih dengan rencana transformasi i3L yang akan berubah dari bentuk institusi menjadi universitas. “Penelitian dan inovasi menjadi pilar utama untuk pengembangan universitas ke depannya,” tuturnya.

Pada kesempatan ini, Taruna Ikrar juga menyampaikan pesan-pesan penting yang diambil dari tokoh-tokoh terkemuka dalam sejarah sains. Ia menganggap pesan-pesan tersebut tetap sangat relevan, tidak hanya bagi dunia sains, tetapi juga bagi perjalanan panjang para ilmuwan di Indonesia. Salah satunya pesan dari Rosalind Franklin, seorang pelopor dalam penemuan struktur DNA, yang pernah menyatakan bahwa “Sains dan kehidupan sehari-hari tidak dapat dan tidak boleh dipisahkan.”

Pernyataan tersebut menyiratkan bahwa sains bukanlah sesuatu yang hanya ada di dalam laboratorium atau di halaman-halaman jurnal akademik, melainkan sesuatu yang hidup di dalam masyarakat. Sains terwujud dalam setiap obat yang kita formulasikan, setiap terapi yang kita evaluasi, dan setiap keputusan profesional yang kita buat untuk memastikan keselamatan pasien. Para ilmuwan dan tenaga kesehatan profesional memainkan peran penting dalam memastikan bahwa kemajuan ilmiah terus diterjemahkan menjadi manfaat nyata bagi kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.

“Seiring upaya bangsa ini untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan sektor farmasi dan kesehatan, banyak peluang menanti kontribusi Anda,” tegas Kepala BPOM.

Taruna juga mengatakan bahwa kita membutuhkan generasi apoteker yang dapat memadukan integritas ilmiah dengan komitmen teguh terhadap keselamatan pasien. “Hari ini, Anda memasuki profesi yang tidak hanya menuntut kecerdasan, tetapi juga dedikasi. Anda sedang mengambil langkah pertama untuk menjadi penggerak kemajuan ilmu pengetahuan dan kesehatan di Indonesia,” imbuh Taruna Ikrar mengakhiri orasi ilmiahnya. (ABIM)